Fakta-fakta Gempa M 6,6 Banten yang Picu Ratusan Rumah Rusak

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Gempabumi dengan kekuatan M 6,6 terjadi di Banten, Jumat (14/1/2022) petang. Efek gempa tidak hanya terasa di Banten, melainkan juga Bandar Lampung, Jakarta, hingga Bandung.

Bacaan Lainnya

Dalam siaran pers yang diterima Sentra Berita Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempabumi itu terjadi di 7.01 LS dan 105.26 BT atau 52 km barat daya Sumur, Banten. Kedalaman titik gempa 10 KM.

“Tidak berpotensi tsunami #BMKG,” tulis @BMKG. “Hati-hati terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.”

Dalam keterangan pers virtual, Kepala BMKG menjelaskan, usai gempabumi itu, terjadi lima gempa susulan usai gempa M 6,6 hari ini. Kekuatan gempa terbesar adalah M 5,7.

Ia lantas mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada. Masyarakat juga diimbau jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar.

Per Sabtu (15/1/2022) 03:34:28 WIB, gempa susulan kembali terjadi dengan kekuatan M 4,7. Titik gempa adalah 7.01 LS dan 105.28 BT dengan kedalaman 12 KM.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro mengungkapkan jumlah rumah rusak di Pandeglang akibat gempa M 6,6 terus bertambah.

Berdasarkan data yang disampaikan Sabtu (15/1/2022) pagi, jumlah rumah rusak bertambah menjadi 738 unit dari sebelumnya 263 unit.

“Kemungkinan data bangunan rumah rusak itu terus bertambah,” ujar Girgi seperti dikutip Sentra Berita.

Ia kemudian mendetailkan data tersebut bahwa 164 rumah dari 738 yang rusak mengalami kerusakan berat. Sedangkan 170 unit rusak sedang dan 413 rusak ringan.

“Kami hingga kini masih melakukan pendataan jumlah kerusakan bangunan dan belum mendata jiwa terdampak bencana,” kata Girgi Jantoro.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *