Fakta-fakta Asosiasi Mal Sebut Ribuan Orang Positif COVID-19 Masih Berkeliaran

  • Whatsapp
Pengunjung memindai QR Code dengan aplikasi PeduliLindungi saat hari pertama pembukaan mal di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Badung, Bali, Rabu (8/9/2021). Foto: Fikri Yusuf/Antara Foto
Ribuan orang yang terpapar virus COVID-19 ditolak masih di pusat perbelanjaan. Fakta tersebut sebelumnya juga sudah diungkapkan oleh pemerintah.

Namun, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia mempertanyakan aktivitas masyarakat yang terkena COVID-19 setelah ditolak dari mal. Harusnya pemerintah segera menindaknya.

Berikut ini informasi selengkapnya mengenai hal tersebut:

Ribuan Orang Ditolak Masuk Mal Karena COVID-19, Asosiasi: Kok Bisa Berkeliaran?

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Alphonzus Widjaja, mengungkapkan pihaknya telah menolak ribuan orang masuk ke mal karena ketahuan positif COVID-19.

Alphonzus menyebut angka ribuan itu juga sesuai pernyataan pemerintah kalau ada ribuan orang positif COVID-19 yang terdeteksi melalui aplikasi PeduliLindungi, ketika hendak masuk ke mal.

Alphonzus mengatakan, ditolaknya ribuan orang tersebut semakin menegaskan bahwa pusat perbelanjaan selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin, dan konsisten. Sehingga pusat perbelanjaan menjadi salah satu fasilitas masyarakat yang aman untuk dikunjungi dan berbelanja.

Meski begitu, Alphonzus mempertanyakan bagaimana nasib ribuan orang yang positif COVID-19. Sebab, mereka masih bisa berkeliaran di tempat lainnya.

“Ke mana ribuan orang tersebut pergi setelah ditolak masuk ke pusat perbelanjaan?” ujar Alphonzus.

Alphonzus menegaskan penanganan orang yang terpapar COVID-19 harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Menurutnya, mereka seharusnya melakukan isolasi di tempat khusus.

Pemerintah harus memastikan bahwa mereka tidak bebas berkeliaran di tempat-tempat umum. Sehingga tidak merepotkan dan tidak membahayakan masyarakat umum lainnya.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Luhut: 1.603 Orang Positif dan Kontak Erat Corona Nekat Lakukan Aktivitas Publik

Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sebanyak 1.603 orang positif COVID-19 masih nekat melakukan aktivitas di luar rumah.

Luhut menuturkan, data ini terungkap dari aplikasi PeduliLindungi. Jumlah itu hasil akumulasi hingga Minggu (5/9).

“Terdapat 1.603 orang dengan status positif dan kontak erat mencoba melakukan aktivitas publik,” kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (6/9).

Aplikasi PeduliLindungi merupakan sistem terpadu yang menyimpan data riwayat vaksinasi dan hasil tes COVID-19. Penerapan aplikasi ini menjadi syarat untuk memasuki tempat-tempat publik, demi mencegah penularan virus corona.

Luhut menjelaskan, jumlah masyarakat melakukan screening menggunakan aplikasi PeduliLindungi sudah mencapai 21 juta orang. Screening dilakukan di berbagai sektor publik seperti pusat perbelanjaan, olahraga, industri dan sebagainya.

Luhut menegaskan, pemerintah akan menindak orang-orang masuk kategori merah termasuk positif COVID-19 ke lokasi isolasi terpusat.

Lebih lanjut, Luhut juga meminta masyarakat terus mematuhi aturan selama PPKM berlaku. Termasuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi jika bepergian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *