Edward Snowden Is Back, Buka-Bukaan Soal Data Pribadi Bocor!

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Mantan konsultan intelijen Amerika Serikat (AS) yang juga membocorkan rahasia negaranya, Edward Snowden, memberikan peringatan terbaru soal rencana raksasa teknologi dunia untuk memberikan akses dalam mengintip percakapan pribadi masing-masing pengguna.

“Merusak sistem enkripsi untuk memberi pemerintah akses ke pesan pribadi orang akan menjadi kesalahan besar dengan konsekuensi fatal,” ujarnya melalui tautan video pada konferensi pers Kamis (21/10/2021) dikutip Sentra Berita International

Snowden berdalih bahwa kebebasan individu merupakan hal yang seharusnya dilindungi oleh para pemangku kebijakan di seluruh dunia. Meski hal ini ditujukan untuk penegakan hukum, ia menekankan bahwa hal itu merupakan kesalahan.

“Privasi dimaksudkan untuk melindungi kita, untuk melindungi kita dari raksasa institusional yang berbaris di kota-kota di zaman kita, apakah itu zaman modern atau zaman sebelumnya.”

Lebih lanjut, ia juga menuduh bahwa raksasa teknologi seperti Facebook tidak memiliki tanggung jawab sosial yang baik. Snowden berasumsi bahwa perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu telah kehilangan taring dalam melindungi konsumennya.

“Grup seperti Facebook ingin memiliki informasi sebanyak mungkin. Jadi sekarang mereka membatasi di mana mereka akan menggunakan enkripsi ujung ke ujung. Mereka akan mengatakan, untuk hal-hal yang tidak ingin kami tanggung secara bisnis, kami akan mengadopsi enkripsi ujung ke ujung,” tambahnya.

Negara-negara seperti AS, Uni Eropa, Australia, Rusia, dan China, menumpuk tekanan pada raksasa teknologi seperti Facebook dan Apple untuk memberikan otoritas akses ke pesan terenkripsi para pengguna. Mereka berdalih bahwa ini untuk penegakan hukum.

Sementara itu, Snowden sendiri merupakan salah satu figur yang menentang keras hal ini. Pada 2013 lalu, ia membocorkan dokumen rahasia yang menjelaskan program pengawasan yang dijalankan oleh Badan Keamanan Nasional AS untuk menyadap telepon seluler dan komunikasi internet para warganya. Hal ini membuatnya diburu di Negeri Paman Sam yang juga mendorongnya memutuskan untuk mengungsi ke Rusia.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *