Duh, Solar Langka di mana-mana, Ada Apa?

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Beberapa daerah di Sumatera hingga Jawa akhir-akhir ini mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar. Aktivitas masyarakat yang mulai kembali normal karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilonggarkan disebut menjadi salah satu penyebabnya.

Bacaan Lainnya

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pun membenarkan terjadinya kelangkaan ini. Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengakui bahwa belakangan ini terjadi kelangkaan Solar bersubsidi di beberapa daerah, seperti Sumatera Utara, Jambi, dan Jawa.

Secara umum, dia menyebut saat ini kondisi sudah berangsur normal dan diupayakan segera kembali normal.

“Jadi memang kita alami beberapa kejadian kelangkaan (Solar) di Sumatera Utara, Jambi, dan Jawa. Secara umum semua kondisi telah normal, diupayakan normal,” ungkapnya dalam wawancara bersama Sentra Berita Indonesia, Senin (25/10/2021).

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika bercerita, bulan lalu saat dia melakukan kunjungan ke Dapil, banyak laporan dari masyarakat yang menyebut terjadi kelangkaan.

Mengenai kelangkaan ini dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan BPH Migas. Menurutnya, jawaban dari dua pihak ini adalah kelangkaan akibat adanya masalah cash flow di Pertamina.

“Masalah BBM ini pilarnya ada tiga yakni Menteri ESDM, Pertamina, dan BPH Migas. Waktu saya tanya satu-satu semuanya saling menghindar, Pertamina bilang dari BPH, BPH bilang karena Pertamina, saya ke Menteri juga komunikasi,” ucapnya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, masalah utama energi yang tidak boleh terjadi adalah kelangkaan. Kejadian kelangkaan ini menurutnya terjadi karena kurangnya antisipasi pemerintah dan badan usaha.

Dia mencontohkan, di Jawa saat ini sedang musim panen, di mana petani sudah tidak lagi memanen padi dengan tangan, namun dengan mesin yang membutuhkan Solar. Kondisi ini dia sebut tidak diantisipasi, sehingga terjadi kelangkaan.

“Pelaut tidak melaut karena gak ada Solar karena keadaan yang begini,” sesalnya.

Dia pun menyebut, setelah adanya Keputusan BPH Migas untuk melonggarkan distribusi kuota Solar bersubsidi pekan lalu, tetap masih ada kelangkaan di beberapa SPBU di tempat peristirahatan (rest area) jalan tol area Semarang-Cirebon.

“Enam hari setelah surat BPH Migas itu keluar, mereka sangka masalah selesai. Saya pulang dari Semarang, mengisi bensin, berhenti di rest area Semarang-Cirebon, di situ menjerit supir-supir nggak ada Solar. Enam hari setelah surat BPH Migas, dilakukan relaksasi ternyata masih nggak ada Solar,” paparnya.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *