Dow Jones Dibuka Melemah Ikuti Penurunan Imbal Hasil SBN AS

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka anjlok pada perdagangan Kamis (15/7/2021), menyusul turunnya imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS yang menandakan naiknya risiko perekonomian dalam perspektif investor.

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 3 basis poin (bp) ke 1,326%, meninggalkan level tertinggi tahun ini di 1,7% pada Maret. Penurunan ini mengindikasikan pelaku pasar memborong surat utang dan kurang nyaman menaruh dananya di aset berisiko tinggi seperti saham.

Jumlah klaim tunjangan pengangguran minggu lalu yang tepat sesuai proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones, di angka 360.000 unit, tidak cukup membantu mengangkat sentimen pasar. Padahal, angka itu lebih baik ketimbang posisi sepekan sebelumnya (373.000 unit).

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 140,5 poin (-0,4%) pada pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 20 menit menjadi minus 99,5 poin (-0,28%) ke 34.833,76. Nasdaq drop 34,69 poin (-0,24%) ke 14.610,26 dan S&P 500 surut 13,5 poin (-0,31%) ke 4.360,82.

Akibatnya, saham Morgan Stanley pun drop bahkan setelah perseroan merilis kinerja keuangan kuartal II-2021 yang melampaui ekspektasi. Nasib saham Wells Fargo dan Bank of America juga sama, karena penurunan yield obligasi pemerintah AS memang menekan margin laba bank.

Powell dalam pidatonya di depan Kongres, memicu sebagian investor berspekulasi bahwa pembalikan arah kebijakan dari moneter longgar sekarang ke moneter ketat, bakal terjadi setelah inflasi Juni melesat yang ditimpali lonjakan indeks harga produsen.

“Dalam pertemuan Juni, Komite mendiskusikan tentang perkembangan ekonomi yang mendekati sasaran kami setelah kami menjalankan pembelian aset akhir Desember lalu. Meski mencapai standard ‘kemajuan lebih jauh yang substansial’ masih jauh, peserta rapat menilai bahwa kemajuan akan berlanjut,” tuturnya.

Powell dijadwalkan berpidato di depan Senat hari ini. “Investor obligasi mengikuti narasi Fed terkait inflasi,” tutur Jim Paulsen, Kepala Perencana Investasi Leuthold Group, sebagaimana dikutip Sentra Berita International.

Saham siklikal, yang diuntungkan oleh pembukaan kembali ekonomi, melemah seperti General Electric dan Boeing. Namun, saham Delta Airlines menguat 1%, mengekor saham Netflix yang melesat 2% usai mengumumkan rencana ekspansi ke bisnis game. Saham Apple dan Alphabet (induk usaha Google) juga menghijau.

Pada Rabu, indeks Dow Jones ditutup menguat 44 poin berkat lonjakan saham Apple sebesar 2, 4% diikuti S&P 500 yang melompat 0,12%. Namun, saham Nasdaq melemah 0,2%. Indeks saham berkapitalisasi pasar kecil Russell 2000 drop 1,7%.

TIM RISET Sentra Berita INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *