Diskon Listrik Diperpanjang hingga Akhir 2021, Tambahan Anggaran Capai Rp 4,9 T

  • Whatsapp
Diskon Listrik Diperpanjang hingga Akhir 2021, Tambahan Anggaran Capai Rp 4,9 T
Warga memasukkan pulsa token listrik di tempat tinggalnya, di Jakarta, Selasa (1/4). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang diskon listrik hingga Desember 2021. Pemberian diskon listrik ini sebagai bentuk bantuan di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ida Nuryatin Finahari, mengatakan, untuk pemenuhan stimulus ketenagalistrikan hingga akhir tahun ini, dibutuhkan anggaran Rp 4,97 triliun. Tambahan anggaran ini untuk perhitungan periode Juli sampai Desember.

Bacaan Lainnya

"Rencananya untuk bulan Juli-Desember dibutuhkan total anggaran, tambahan anggaran sekitar Rp 4.974 miliar," ujar Ida dalam Dialog Produktif Kabar Kamis di Youtube FMB9, Kamis (29/7).

Target bantuan pelanggan pada Juli hingga September 2021, yakni 26.822.953 pelanggan. Dengan realisasi 18.980.465 pelanggan sejauh ini. Sedangkan target pelanggan di Oktober hingga Desember 2021 atau triwulan IV, mencapai 27.123.249 pelanggan.

Adapun total stimulus ketenagalistrikan selama tahun 2021 direncanakan mencapai Rp 11,72 triliun. Rinciannya, Rp 9,46 triliun untuk diskon tarif tenaga listrik dan Rp 2,26 triliun untuk Pembebasan Rekening Minimum dan Biaya Beban/Abonemen.

Daya PLN Berlebih

Selama pembatasan akibat pandemi COVID-19, penggunaan listrik bergeser. Dari yang semula terpakai banyak oleh sektor bisnis, kini pemakaian rumah tangga juga meningkat.

"Sektor bisnis yang terkena selama PPKM. Mal, gedung pemerintah juga, dan lainnya. Masjid, gereja turun juga pemakaiannya. Tapi sektor rumah tangga memang ada kenaikan, tapi ini memang tidak bisa me-cover penurunan dari sektor bisnis tadi," ujar Direktur Niaga dan Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril.

Dia mengatakan, saat ini daya PLN juga berlebih selama pembatasan. Sektor industri yang diharapkan bisa menopang juga ternyata terdampak.

"Daya kita saat ini berlebih sekali hampir sekitar reserve margin di sekitar 40-45 persen di setiap sistem yang ada," kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *