Dibayangi Risiko Taper Tantrum, Pengamat: Pasar SBN Masih Menjanjikan

  • Whatsapp

SentraBerita.com – Pasar obligasi Indonesia, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) diperkirakan masih akan menarik di mata investor hingga akhir tahun ini. Sebelumnya banyak spekulasi yang beredar di pasar tentang peluang pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih cepat dari ekspektasi pelaku pasar di Indonesia.

Direktur Investasi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) Budi Hikmat mengatakan, setidaknya ada beberapa faktor yang akan mendorong daya tarik pasar SBN hingga akhir tahun. “Faktor fundamental Indonesia yang kuat mampu meningkatkan daya tarik pasar SBN di mata investor,” ujarnya dalam keterangannya yang diterima oleh SentraBerita.com, Kamis (10/6).

Bacaan Lainnya

Budi menjelaskan, fundamental perekonomian Indonesia didorong oleh tingkat suku bunga yang rendah. Merujuk pada hasil riset Bahana TCW, the Fed masih akan tetap menjaga suku bunganya di level 0-0,25 persen yang akan menjadi ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga.

BI sendiri diprediksi akan mempertahankan suku bunga di 3,5 persen hingga akhir tahun ini. “Hal ini akan membawa stabilitas bagi pasar SBN hingga akhir tahun,” ucapnya.

Selain itu, lanjutnya, hasil riset Bahana TCW menggambarkan, ke depan nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS juga diprediksi akan stabil bahkan menguat. Penguatan Rupiah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing untuk masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Proyeksi penguatan Rupiah ini didasarkan pada fundamental perekonomian domestik yang masih terjaga, tecermin dari defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang menipis, inflasi yang terkendali, serta cadangan devisa yang mumpuni.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *