Demonstrasi Tolak ‘Green Pass’ COVID-19 Dilakukan di 80 Kota di Italia

  • Whatsapp
Demonstrasi Tolak 'Green Pass' COVID-19 Dilakukan di 80 Kota di Italia
Patung marmer "Look Down" karya seniman Italia Jago diletakkan di wilayah Campania. Foto: Ciro De Luca/Reuters

Ribuan orang menggelar protes di kota-kota di seluruh Italia pada Sabtu (24/7) menentang pemberlakuan pembatasan pemerintah terhadap orang yang belum divaksinasi. Padahal pembatasan ini merupakan upaya Italia memperlambat penularan COVID-19.

'Kebebasan!' dan 'Turunkan kediktatoran!' diteriakkan oleh para demonstran yang mengibarkan bendera Italia dari Napoli di selatan hingga Turin di utara.

Sementara para pengunjuk rasa yang diguyur hujan di Milan meneriakkan 'No Green Pass!'. Menurut laporan AFP, sebagian besar demonstran tidak memakai masker.

Green Pass, yang merupakan perpanjangan dari sertifikat COVID digital UE, akan diperlukan mulai 6 Agustus untuk memasuki bioskop, museum, kolam renang dalam ruangan atau stadion olahraga, atau makan di dalam ruangan di restoran di Italia.

Kartu ini akan berfungsi sebagai bukti orang yang memilikinya telah divaksinasi, menjalani tes COVID-19 dengan hasil negatif, atau pulih dari infeksi virus corona.

Pemilik bisnis diharapkan untuk menegakkan aturan dan hanya memperbolehkan mereka yang memiliki sertifikat ini atau menghadapi denda berat.

'Lebih baik mati bebas daripada hidup seperti budak!' kalimat dalam salah satu tulisan di papan yang dibawa demonstran di luar katedral Gotik Milan. Sementara yang lain di pusat bersejarah Roma bertuliskan 'Vaksin membuat Anda bebas' di atas gambar gerbang Auschwitz.

Para pengunjuk rasa di Genova mengenakan lencana yellow Star of David yang menyatakan mereka 'tidak divaksinasi'.

Demonstrasi telah diumumkan di media sosial pada hari Sabtu di setidaknya 80 kota.

Sebelumnya, keputusan sertifikat COVID-19 itu diluncurkan pada Kamis untuk membuat izin wajib bagi banyak kegiatan melihat ledakan dalam pemesanan vaksin, naik 200 persen di wilayah Italia yang lebih kecil, menurut kepala darurat COVID-19 Francesco Figliuolo.

Italia, salah satu yang paling terpukul oleh pandemi di Eropa, melaporkan lebih dari 5.000 kasus virus corona baru pada hari Sabtu, dan lima kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *