Dekan FISIP Unpad soal BEM Kritik Jokowi: Mereka Boleh Berekspresi

  • Whatsapp
Dekan Fisip Unpad soal BEM Kritik Jokowi: Mereka Boleh Berekspresi
Dr. R. Widya Setiabudi. Foto: Fisip Unpad

Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad angkat suara mengenai BEM Fisip Unpad yang mengunggah konten berisi kritikan pada Presiden Joko Widodo melalui akun media sosialnya. Unggahan itu kemudian ditanggapi beragam oleh para pengguna media sosial.

Dekan Fisip Unpad Widya Setiabudi Sumadinata menilai unggahan itu sebagai bentuk aktualisasi diri mahasiswa atas kondisi kekinian yang terjadi sehingga pihaknya bakal menyikapi unggahan tersebut secara bijaksana. Dia meyakini konten itu diunggah setelah melalui kajian akademis sehingga tak asal diunggah mahasiswanya.

"Kami menyikapinya mereka kan sudah cukup dewasa dan bertanggung jawab dengan apa yang mereka sampaikan dan sudah dipertimbangkan masak-masak," kata dia melalui sambungan telepon, Jumat (16/7).

Widya menegaskan, unggahan itu bukan merupakan tanda bahwa mahasiswa yang tergabung dalam BEM Fisip anti terhadap pemerintah. Unggahan itu hanyalah sebagai bentuk kritik dan siapa pun diperkenankan untuk berbeda pandangan dengan BEM Fisip.

"Saya mengenal mereka bukan sebagai orang-orang yang anti pemerintah dalam arti ekstrem sebagaimana kita kenal sekarang ada oposisi pemerintah," ucap dia.

Dekan Fisip Unpad soal BEM Kritik Jokowi: Mereka Boleh Berekspresi (1)
Poster karya BEM FISIP Unpad.
Foto: Instagram/@bemfisipunpad

"Kalau mereka saya pikir tidak dalam koridor itu, soalnya kan kadang dikaitkan kayak BEM UI nantinya di-tracing wah dia berpihak, oplosan. Nah, sejauh yang kami tau, adik-adik ini tidak terkait," lanjut dia.

Meski demikian, Widya mengaku bakal berkoordinasi dengan BEM Fisip untuk sekadar berbincang. Jika nanti mereka dipanggil oleh pihak tertentu untuk kepentingan dimintai keterangan, dia berharap mahasiswanya bisa menyatakan pendapat dengan baik. Adapun hingga kini, diketahui BEM Fisip Unpad belum menerima panggilan dari pihak kampus.

"Saya juga ingin mereka bersikap lebih tenang, kalau memang nanti ditanya seperti sekarang, mereka bisa berargumentasi dengan baik apakah argumen mereka kemudian tepat atau tidak, ya tidak apa-apa kan namanya juga mahasiswa bisa salah. Yang penting, mereka bukan oposisi," ujar dia.

Widya meyakini mahasiswanya dapat bertanggung jawab atas apapun yang sudah diperbuat. Jikalau memang ada kesalahan, maka pihak kampus bakal memberikan tindakan secara bijaksana sesuai dengan ketentuan.

"Mereka boleh berekspresi, mereka tau aturan dan sudah dewasa bertanggung jawab, kalau misalnya melanggar aturan ya kita akan nilai sesuai dengan aturan dan secara bijaksana, karena ini kan mahasiswa, bisa dan boleh salah," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, dalam poster utama yang diunggah di akun Twitternya, BEM Fisip menyatakan dukungan kepada Jokowi. Namun, dukungan itu lalu disanggah lewat poster lain dengan menambahi kata 'Tapi Boong' disertai dengan potret Jokowi sedang tertawa.

Kemudian, pada poster lainnya, BEM Fisip menampilkan sejumlah poin berisi kritik atas kinerja Jokowi. Terdapat lima poin kritik diutarakan mulai dari Jokowi yang dinilai anti kritik hingga bagi-bagi jabatan pada keluarga dan kerabat dekat untuk menduduki jabatan pejabat publik bahkan komisaris di BUMN.

Setelah menyampaikan lima poin kritik, unggahan lalu diakhiri dengan sebuah poster yang memperlihatkan wajah Jokowi disertai dengan tulisan 'Orde (paling) Baru'. Sementara itu, di bagian latar potret tersebut terlihat adanya tulisan 'Rezim Linglung'.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *