Definisi dan Seluk Beluk Tentang Skin Barrier | SentraBerita.com

  • Whatsapp

unsplash.com

Bacaan Lainnya

Skin barrier adalah sebuah istilah yang belakangan makin sering diucapkan atau dibahas oleh pecinta skincare. Kamu mungkin bertanya-tanya tentang defiinisnya yang sebenarnya dan kenapa sering disebut dan dibahas.

Supaya lebih jelas dan kamu nggak kebingungan lagi ketika ada yang memakai istilah tersebut, mari kupas soal skin barrier. Terlebih lagi, skin barrier juga merupakan hal yang cukup penting buat diperhatikan untuk urusan merawat kulit. 

1. Apa itu skin barrier?

SentraBerita.com

Secara singkat, skin barrier dapat dijelaskan sebagai lapisan paling luar dari kulit yang berfungsi sebagai lapisan pelindung. Lapisan ini memiliki sejumlah peran penting untuk menjaga kesehatan kulit agar terhindar dari iritasi, terbakar, atau gangguan lain.

Skin barrier sering disebut sebagai pintu masuk hidrasi dan mencegah masuknya iritan ke dalam lapisan kulit lainnya. Selain itu, lapisan terluar ini juga bertugas untuk menjaga kandungan air di kulit sehingga tetap lembap dan sehat. Para ahli kulit menyebut bahwa lapisan ini bagikan batu bata dan mortar. Maksudn batu batu ialah sel kulit sedangkan mortar adalah lipid dan protein. 



2. Apakah bisa rusak dan bagaimana cara mengetahuinya?

gensindo.sindonews.com

Jika ditanya apakah skin barrier bisa rusak, jawabannya bisa. Bahkan lapisan ini cenderung mudah rusak. Ada beberapa tanda yang akan muncul ketika lapisan penjaga ini mengalami masalah dan kerusakan. Di antaranya kulit menjadi kering, mengelupas, tekstur kulit menjadi bersisik, lebih sensitif, gatal, memerah, dan yang paling parah mengalami peradangan.

Selain itu, skin barrier yang mulai tidak normal akan ditandai dengan kulit yang lebih mudah infeksi dan mengalami ruam. Ada juga yang akan mulai merasakan perih dan terbakar ketika menggunakan produk yang mengandung bahan aktif pada serum, pelembap, dan pembersih wajah.

3. Apa yang menyebabkan rusak?

Sumber Gambar

Setelah melihat peran penting serta gejala kerusakan skin barrier, tentu kamu ingin tahu penyebab kerusakannya agar dapat mencegah masalah itu timbul. Menurut para ahli dan dokter kulit, ada beberapa faktor penyebab. Yang pertama ialah faktor lingkungan yang meliputi paparan sinar matahari, polusi, asap, over-exfoliation, dan penggunaan produk yang terlalu keras.

Ada juga yang disebabkan oleh faktor genetik dan usia. Pada dasarnya kandungan ceramide pada kulit akan berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, ada faktor lain yang sebenarnya sangat bisa kamu cegah yakni skincare routine. Banyak wanita yang mengalami kerusakan skin barrier karena penggunaan produk pembersih, obat jerawat, atau produk lain yang terlalu keras yang akhirnya menggangu kesehatan lapisan terluar kulit. Kebiasaan mengusap kulit dengan keras, penggunaan soda kue, alkohol, atau parfum juga dapat memicu kerusakan skin barrier

4. Bagaimana cara memperbaiki skin barrier yang rusak?

SentraBerita.com

Pada dasarnya kulit secara alami akan melakukan perbaikan. Untuk mengoptimalkan proses perbaikan tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Yang paling utama ialah penggunaan pelembap yang mengandung ceramide dan humectant. Ceramides akan membantu kulit agar kembali lembab dan terhidrasi. Humectant yang terdiri dari hyaluronic acid dan glycerin juga berguna untuk ‘menarik’ air dari lapisan dermis ke epidermis untuk mengembalikan kelembaban kulit. 

Jangan lupa juga untuk menggunakan sabun cuci muka yang lembut dan kandungannya tidak terlalu keras lalu diikuti dengan penggunaan serum yang berfungsi untuk menghidrasi kulit. Sebaiknya hentikan dulu penggunaan produk yang mengandung bahan aktif seperti exfoliator, vitamin C, dan retinol selama dua hingga tiga minggu. 

5. Bagaimana cara melindungi skin barrier?

SentraBerita.com

Jika ingin melindungi skin barrier, kamu harus berhati-hati dalam memilih produk yang hendak kamu pakai di wajah. Jika memang ada masalah pada kulit, sebaiknya diatasi satu per satu bukan mencoba mengatasinya dalam satu waktu.

Selain itu, pemilihan produk juga sangat berpengaruh. Sebisa mungkin hindari penggunaan produk yang terlalu keras dalam waktu yang lama. Cari produk yang mengandung ceramide, centella, dan gliserin untuk digunakan dalam skincare routine. Bahan tersebut sangat baik untuk menjaga agar lapisan kulit terluar tetap sehat. 

Sekarang sudah paham ‘kan soal skin barrier yang selama ini sering disebut sama beauty vlogger dan skincare enthusiast? Ternyata skin barrier adalah hal yang cukup penting dan harus diperhatikan. Jadi, jangan lupa untuk terus menjaga kesehatannya. 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *