Dana Covid 2022 Turun Drastis, Begini Penjelasan Sri Mulyani!

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 414 triliun untuk program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC PEN) tahun anggaran 2022.

Bacaan Lainnya

Anggaran PC PEN untuk 2022 yang sebesar Rp 414 triliun tersebut turun 44,41% dari anggaran PEN yang tercatat sebesar Rp 744,77 triliun.

“Untuk tahun 2022 tetap melakukan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional Rp 414 triliun yang terdiri dari area kesehatan, perlindungan sosial, dan penguatan ekonomi,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Kongres Asosiasi Auditor Intern Pemerintah Indonesia (AAIPI) tahun 2021, Selasa (23/11/2021).

Secara rinci, Sri Mulyani menjelaskan, fokus dari program PEN tahun depan meliputi bidang kesehatan dengan anggaran sebesar Rp 117,9 triliun, perlindungan masyarakat Rp 154,8 triliun dan penguatan pemulihan ekonomi Rp 141,4 triliun.

Adapun dalam anggaran bidang kesehatan Rp 117,9 triliun akan memiliki beberapa cakupan pemanfaatan yakni testing, tracing dan treatment, perawatan pasien covid-19 dengan cost sharing dari BPJS.

Kemudian, obat covid-19, insentif nakes pusat dan daerah, vaksinasi, pengadaan vaksin pemerintah dan vaksin mandiri, insentif perpajakan vaksin, penanganan kesehatan lainnya di daerah dan antisipasi kesehatan lainnya.

Selanjutnya, untuk perlindungan sosial sebesar Rp154,8 triliun masih akan disesuaikan seiring perkembangan penanganan Covid-19 dan meliputi PKH untuk 10 juta KPM, Kartu Sembako untuk 18,8 juta KPM, Kartu Prakerja untuk 2,9 juta peserta, dukungan program jaminan kehilangan pekerjaan, BLT Desa, serta antisipasi pelunasan program perlinsos lainnya.

Terakhir yakni pos penguatan pemulihan ekonomi sebesar Rp 141,4 triliun terdiri atas program kegiatan terkait infrastruktur konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, ketahanan pangan, ICT, kawasan industri, investasi pemerintah, insentif perpajakan serta dukungan UMKM, korporasi dan BUMN.

Anggaran PC PEN untuk tahun 2022, kata Sri Mulyani sebagai antisipasi dalam menghadapi perekonomian yang belum pasti karena pandemi Covid-19.

“Kita tetap berharap yang baik-baik, tetapi tetap harus bersiap kalau terjadi hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu, vaksinasi masih akan penting, testing, tracing dan treatment penting. Tahun ini belanja paling besar untuk membayar pasien di RS yang mencapai hampir mendekati Rp 100 triliun,” jelasnya.

“Sama seperti 2021 kita berharap pengelola anggaran di K/L dan pemerintah daerah harus tetap memiliki fleksibilitas. Artinya kita tetap berjaga-jaga covid-19 tidak akan meningkat lagi sehingga kegiatan masyarakat, sosial, ekonomi dan keuangan bisa berjalan,” ujarnya lagi.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *