Covid RI Belum Terkendali: Kasus Baru 49 Ribu, Kematian Rekor

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Kasus positif Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan perbaikan. Hal itu terbukti dari kasus yang terus bertambah dan hari ini terpantau lebih dari 49 ribu.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Jumat (23/7/2021) hingga pukul 12.00 WIB, ada 49.071 kasus baru. Sehingga tambahan kasus tersebut membuat angka Covid-19 di Indonesia secara total menjadi 3.082.410 kasus.

Pada hari ini pula, tercatat tambahan kasus sembuh sebanyak 38.988 menjadi 2.431.911. Sayangnya, kasus kematian juga masih terus bertambah bahkan lagi-lagi mencatat rekor, dengan tambahan 1.566 menjadi 80.598 kasus kematian.

Informasi saja, kasus Covid-19 di Indonesia masih mengalami penambahan cukup tinggi. Pada Kamis (23/7/2021), penambahan infeksi harian menembus 49.509 kasus yang membuat kasus Covid-19 secara kumulatif mencapai 3 juta.

Tak hanya tambahan kasus yang lagi-lagi melonjak, tambahan kasus kematian juga juga terus merangkak naik. Dalam sehari, ada 1.449 kematian, sehingga saat ini totalnya mencapai 79.032 kasus.

Kenaikan kasus ini juga membuat WHO menyatakan kekhawatirannya. Lembaga PBB itu mendesak RI menerapkan penguncian yang lebih ketat dan luas untuk memerangi lonjakan infeksi dan kematian Covid-19.

WHO memperlihatkan bagaimana kasus di Indonesia menghadapi tingkat penularan yang sangat tinggi dari 12 hingga 18 Juli 2021. Ini tertulis secara jelas dalam laporan terbaru WHO yang rilis 21 Juli.

“Ini menunjukkan pentingnya penerapan kesehatan masyarakat dan langkah-langkah sosial ketat, termasuk pergerakan, di seluruh negeri,” ujar WHO dalam laporan tersebut.

WHO tidak hanya memberikan himbauan namun juga data-data terbaru soal perkembangan corona di Indonesia. WHO menyertakan beberapa data peningkatan di beberapa provinsi, termasuk juga mengenai penyebaran varian Delta yang semakin mengkhawatirkan.

“Selama 12 hingga 18 Juli, 32 dari 34 provinsi melaporkan peningkatan jumlah kasus sementara 17 di antaranya mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan yakni sebesar 50%,” bunyi laporan itu lagi.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *