Corona RI Belum Terkendali, Pengusaha Pusing Tujuh Keliling!

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Pengusaha pusing dengan kondisi kasus Covid-19 beberapa hari ini belum terkendali. Di sisi lain, pemerintah belum bisa memastikan kebijakan yang akan diambil setelah 25 Juli mendatang atau setelah PPKM Level 4. Namun, Presiden Jokowi memberikan sinyal bakal melonggarkan aktivitas ekonomi tren kasus Covid-19 menurun.

Sayang, kasusnya masih tetap tinggi, kemarin (23/7) bahkan angkanya kembali naik ke 49.509 kasus baru dan hari ini Jumat (23/7) ada 49.071 kasus baru. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran aktivitas ekonomi belum akan dilonggarkan oleh Pemerintah.

“Dari sisi pengusaha tanggal 26 Juli menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, apa memang pemerintah akan memberikan kelonggaran. Ini sangat ditunggu karena kalau kita lihat angkanya masih menyentuh hampir 50 ribu, pengusaha agak galau juga,” kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang kepada Sentra Berita Indonesia.

Banyak yang menduga penurunan kasus terjadi karena jumlah spesimen juga ikut berkurang. Misalnya pada Rabu lalu, angkanya menurun karena 153.330 spesimen yang diperiksa.

Sementara pada Selasa (20/7/2021), spesimen yang diperiksa sebanyak 179.275. Sehari sebelumnya atau Senin (19/7/2021) ada 160.686 spesimen yang diperiksa. Alhasil penurunan kala itu diduga karena jumlah testing yang juga berkurang.

Terbukti setelah kemarin testing meningkat yakni 294.470, yang terkonfirmasi Positif Covid-19 pun mencapai hampir 50 ribu. Artinya, penurunan kasus pada beberapa hari lalu seperti tidak menunjukkan bahwa angka kasus positif di masyarakat juga ikut menurun.

“Sempat hampir 34 ribu, ternyata melonjak lagi, fluktuasi penyebaran belum stabil jadi kita sangat berharap dua hingga tiga hari ke depan ada angka yang sangat turun sehingga memungkinkan untuk merealisasikan apa kata Bapak Presiden, yaitu pelonggaran aktivitas,” sebut Sarman.

Adapun dampak luas dari perpanjangan PPKM yang ketat adalah pada karyawan. Hingga kini sudah banyak pekerja yang dirumahkan hingga terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika PPKM level 4 terus diperpanjang, jumlahnya bisa lebih banyak lagi.

“Jumlah karyawan Pusat Perbelanjaan di seluruh Indonesia ada sekitar 280.000 orang dan tidak termasuk karyawan penyewa / tenant. Potensi yang dirumahkan atau terkena PHK sekitar 30%,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja.

Adapun terancamnya perpanjangan PPKM mengacu pada pernyataan Presiden Joko Widodo akhir pekan lalu. Ia mengaku kebijakan PPKM darurat tidak bisa dihindari dan harus diambil pemerintah meski sangat berat. Pemerintah bisa melonggarkan jika kasusnya menurun.

“Selanjutnya, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap beberapa jenis kegiatan perekonomian,” kata Jokowi 

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *