Corona Masih Ganas, Bangladesh Buka Lockdown, Bebaskan Mudik!

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Berbeda dengan Indonesia, negara Bangladesh yang mayoritas rakyatnya juga Muslim malah melonggarkan lockdown  menjelang Idul Adha 20 Juli 2021 nanti.

Hal ini membuat mobilitas masyarakat meningkat untuk mudik, terlihat dari ratusan mobil, kereta api dan bus yang keluar dari ibu kota. Ironisnya, infeksi corona dan angka kematian di negara itu masih terpantau naik.

Seperti dilansir AFP, Kamis (15/4)), pemerintah mengizinkan jeda beberapa hari setelah dua minggu lockdown ketat yang dilakukan.

Rakyat Bangladesh ingin merayakan Idul Adha, tampak ribuan bus mulai ramai di jalan raya, kapal ferry mulai meninggalkan ibu kota Dhaka menuju pelabuhan pesisir, transportasi kereta api juga sudah mulai bergulir.

Memang secara tradisional, puluhan juta orang di negara yang berpenduduk 169 juta orang mayoritas Muslim  meninggalkan kota besar untuk merayakan Idul Adha, untuk mudik.

Di Pelabuhan Ferry Shimulia sekitar 70 kilometer dari Dhaka, terdapat bus memadati kapal yang berada di tepi sungai. Hal ini menyebabkan kemacetan yang sangat parah.

Seorang Tukang Kayu berusia 18 tahun yang tinggal di Dhaka, mengaku ingin pulang kampung untuk menengok orang tuanya.

“Saya mengambil kesempatan ini untuk pulang. Jika lockdown diberlakukan lagi setelah lebaran Idul Adha maka saya akan tinggal di desa saya saja,” katanya kepada AFP sebelum naik ke kapal.

Sampai saat ini polisi kewalahan mengontrol kerumunan massa pemudik yang ditimbulkan pelonggaran lockdown. Kepala Kepolisian Louhojang (Selatan Dhaka), Sirajul Islam mengatakan jumlah penumpang ferry membeludak tapi pihaknya sudah mengambil tindakan tegas supaya tidak menyalahi aturan protokol kesehatan.

“Kami telah mengambil langkah tegas agar ferry tidak terlalu membawa banyak penumpang, sehingga melanggar aturan kesehatan,” tegasnya.

Alasan pemerintah Bangladesh melonggarkan pembatasan ini untuk membantu perekonomian yang sudah sangat tertekan. Jelang Idul Adha banyaknya jumlah sapi dan kambing yang akan disembelih pada momen kurban. Kegiatan ekonomi pada Idul Adha di Bangladesh ditaksir miliaran dolar dari 10 juta sapi dan kambing.

Sopir bus dan operator kapal mengaku senang bisa menghasilkan uang lagi. “Kami telah menjadi korban virus ini selama 15 bulan, dampaknya sangat besar bagi keuangan keluarga kami,” kata Supir bus Abdul Kader.

Menurut Manajer layanan bus, Rakib Hasan Johnny setidaknya ada 300 bus meninggalkan Terminal Gabtoli menuju distrik Bangladesh Utara pagi ini. Orang meninggalkan kota secara massal untuk segera mudik ke kampung halaman.

Namun, di balik kegiatan itu, pakar virus sudah memperingatkan pemerintah agar tidak melonggarkan lockdown. Hal ini mengakibatkan penyebaran varian delta lebih cepat lagi.

Di Bangladesh dalam beberapa hari terakhir, infeksi harian telah melonjak di atas 12.000 kasus, naik dua kali lipat dari bulan lalu. Angka kematian mencapai rekor 230 orang per hari. Para ahli mengatakan jumlah korban yang sebenarnya lebih tinggi dari perkiraan pemerintah. Banglades sejauh ini telah mencatatkan total lebih dari 17.000 kematian dan satu juta infeksi.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *