Cara Menentukan Arah Kiblat Indonesia Secara Tepat

  • Whatsapp

Ilustrai orang-orang yang shalat menghadap Kakbah. Sumber: https://www.freepik.com/
Cara menentukan arah kiblat sangatlah penting sebagai syarat sahnya shalat. Untuk menentukan arah kiblat, umat muslim di seluruh dunia diperintahkan untuk menghadap Masjidil Haram. Hal tesebut berdasarkan firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 144 yang artinya

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.”

Cara Menentukan Kiblat di Indonesia

Banyak cara yang dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat di Indonesia, seperti penjelasan di bawah ini.

Mengutip buku berjudul Penanggalan Islam karangan Muh.Hadi Bashori, S.HI. (2014: 61) menentukan arah kiblat dengan cara Rasydul Qiblah adalah menggunakan bayangan matahari. Dengan mengandalkan bayangan matahari di atas Kakbah yang terjadi pada 28 Mei atau 16 Juli sekitar pukul 16:00 WIB. Bayangan yang dihasilkan pada waktu tersebut dijadikan sebagai arah kiblat secara tepat dan akurat.

Ilustrasi laki-laki shalat menghadap Masjidil Haram. Sumber: https://www.freepik.com/
Cara menentukan arah kiblat dengan menggunakan koordinat. Koordinat Masjidil Haram yang terletak di kota Makkah terletak di 21° 25’ 21.17’ Lintang Utara dan 39° 49’ 34.56” Bujur timur. Sehingga untuk menentukan arah kiblat dari Indonesia, perlu ditarik garis koordinatnya, hasilnya adalah arah kiblat yang akurat.
Untuk menentukan arah kiblat di Indonesia dapat digunakan dengan memanfaatkan teknologi smartphone, yaitu dengan aplikasi seperti Qibla Connect Find Derection, Qibla (Qibla direction & prayer times) dan Kompas Kiblat. Cara menentukan arah kiblat dengan metode yang satu ini cukup mudah dibandingakan dengan kedua metode di atas, yaitu hanya mengunduh aplikasi tersebut, kemudian pilih menu “qibla”. Selanjutnya akan ditampilkan kompas yang ditandai dengan ikon Kakbah.

Dalam menentukan arah kiblat Indonesia ada sedikit perbedaan dengan arah kiblat lainnya, karena jarak yang sangat jauh dari Masjidil Haram. (MZM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *