Cara membersihkan karang gigi yang tepat menurut ahli

  • Whatsapp

Apakah kamu pernah mengalami gusi yang berdarah ketika sedang menyikat gigi? Kemungkinan itu disebabkan oleh adanya karang gigi yang menempel pada permukaan gigimu. Dan tentunya kondisi tersebut harus segera ditangani untuk mencegah munculnya hal yang tidak diinginkan. Salah satu caranya adalah dengan cara membersihkan karang gigi.

Namun, bagaimana cara membersihkan karang gigi yang tepat? simak penjelasannya dari drg. Dewi Lidya Ichwana, Sp. Perio, Dosen Departemen Periodonsia FKG Unjani dan Spesialis Periodonsia dari RSGM Unjani Cimahi dan RS Al-Islam Bandung yang akan membahas serba-serbi cara membersihkan karang gigi.

Apa Itu Karang Gigi?

cara membersihkan karang gigi
Foto: www.unsplash.com

Sebelum mengetahui arti dari karang gigi, ada baiknya kita perlu mengetahui arti dari plak. “Plak adalah suatu matriks organik yang berisi bakteri-bakteri yang saling berikatan dan menempel kuat pada permukaan gigi berupa deposit lunak,” papar Dokter Dewi

“Sedangkan karang gigi atau dalam istilah kedokteran gigi itu disebut dengan dental kalkulus merupakan plak yang terklasifikasi atau termineralisasi. Sehingga dia konsistensinya keras seperti semen, dan memiliki warna putih atau putih kekuningan,” terangnya.

Apakah Karang Gigi Berbahaya Bagi Kesehatan?

Foto: www.freepik.com

Menurut Dokter Dewi, sebenarnya karang gigi tidak berbahaya karena terbentuk dari plak. “Sehingga pada keadaan plak yang terklasifikasi itu, bakteri kehilangan patogenitasnya atau kemampuannya untuk menimbulkan penyakit,” ujarnya.

“Tetapi permukaan karang gigi yang kasar, itu menjadi area tempat menempelnya plak dan menjadi media pertumbuhan plak. Sehingga akhirnya dapat menyebabkan infeksi, yang mula-mula terjadi adalah pada gusi atau gingiva, disebut dengan gingivitis,” jelasnya.

“Apabila tidak dilakukan perawatan, maka akan menyebabkan infeksi yang paling dalam dan luas. Sehingga merusak jaringan pendukung di bawahnya, baik itu jaringan ikat atau tulang penyangga gigi yang disebut dengan periodontitis,” lanjut Dokter Dewi.

Pada keadaan ini, maka “menjadi risiko yang dapat berhubungan dengan kesehatan atau sistemik. Sudah  banyak yang mempelajari hubungan antara periodontitis ini terhadap kondisi-kondisi sistemik, seperti diabetes, kemudian gangguan pernapasan, kardiovaskuler, atau bahkan BBL atau bayi berat lahir rendah pada ibu hamil,” tuturnya.

Mengapa Kita Bisa Memiliki Karang Gigi?

cara membersihkan karang gigi
Foto: www.freepik.com

Dokter Dewi menerangkan bahwa “karang gigi atau kalkulus itu merupakan plak yang terklasifikasi. Jadi selalu diawali dengan pembentukan plak yang terbentuk dari lapisan pelikel yang ada dalam seluruh rongga mulut,” ujarnya.

“Pelikel ini terdiri atau mengandung protein. Nah, protein ini menjadi tempat perlekatan bakteri dan kemudian mengalami kematangan atau maturasi dalam waktu 24 jam setelah menyikat gigi. Makanya kita harus setiap hari menyikat gigi, karena dia akan mengalami pematangan dalam waktu 24 jam,” kata Spesialis Periodonsia yang satu ini.

Kemudian dari plak itu akan terklasifikasi, “ketika plak terbentuk di atas permukaan gigi itu disebut dengan kalkulus supragingiva dan juga bisa disatukan oleh saliva. Sementara jika di bawah gusi biasanya akibat dari cairan sulkus gusi atau gingiva,” terangnya.

Perlu diketahui, kalkulus merupakan plak yang tereleminasi. Plak lunak terklasifikasi atau mengeras oleh pengendapan garam mineral yang berasal dari beberapa hal seperti:

  • Kenaikan pH saliva
  • Protein kolodi dalam saliva yang mengikat kalsium dan fosfat
  • Fostase yang dibebaskan dari plak gigi yang biasanya dimulai antara hari pertama dan ke-14 setelah pembentukan plak

Sementara saliva adalah sumber utama mineralisasi untuk kalkulus kalkulus supragingiva. “Sedangkan serum transudat yang disebut cairan sulkus gingiva memberikan mineral untuk kalkulus subgingiva. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat maksimal antara 10 minggu dan 6 bulan,” jelas Dokter Dewi.

Bagaimana Cara Mengenali Adanya Karang Gigi?

Foto: www.freepik.com

Untuk gejala karang gigi, biasanya akan timbul di area belakang dan rahang bawah di permukaan yang menghadap lidah. “Sehingga kita bisa mendeteksinya dengan disentuh oleh lidah itu akan ada permukaan yang kasar. Tetapi bisa saja tidak terdeteksi atau tidak bisa dirasakan kekasarannya ada atau tidak, nah ini hanya bisa diperiksa oleh dokter gigi,” tuturnya.

Atau terkadang, “dalam keadaan yang mungkin sudah terjadi peradangan gusi akan timbul gejala gusi berdarah. Sering kita mengalami gejala gusi berdarah baik itu secara spontan atau pada saat menyikat gigi, biasanya itu sebuah tanda adanya karang gigi,” lanjutnya.

Lantas, adakah risiko yang ditimbulkan dari karang gigi yang menumpuk?

“Permukaan yang kasar dari karang gigi menjadi media atau tempat pelekatan atau terakumulasinya plak yang menjadi penyebab utama terjadinya peradangan gusi. Peradangan gusi yang tidak dilakukan perawatan itu akan menyebabkan kerusakan pada area yang lebih dalam, yakni jaringan ikat dan tulang yang disebut dengan jaringan periodontal atau jaringan pendukung gigi,” jawab Dokter Dewi.

Ketika telah terjadi kerusakan sampai di tahap tersebut maka akan menjadi irreversibel, menyebabkan kegoyangan gigi atau menyebabkan mudah terjadinya abses. Kalau sudah sampai ke area ini maka disebut dengan periodontitis yang memiliki faktor risiko terhadap keadaan sistemik,” imbuhnya.

Bagaimana Cara Membersihkan Karang Gigi?

cara membersihkan karang gigi
Foto: www.freepik.com

Setelah mengetahui penyebab pembentukan karang gigi, mungkin cara membersihkan karang gigi menjadi pertanyaan yang banyak diajukan oleh kebanyakan orang.

Dokter Dewi menuturkan bahwa “karang gigi atau plak yang terklasifikasi ini tidak dapat dibersihkan hanya dengan penyikatan gigi oleh pasien. Jadi pembersihan karang gigi itu harus dilakukan dengan tindakan scalling yang harus dilakukan oleh dokter gigi. Tindakan ini dapat dilakukan secara rutin atau berkala, paling tidak 6 bulan sekali,” ujarnya.

“Sebab ketika peradangannya sudah lebih luas, maka nanti kerusakannya pun akan semakin luas. Dan perawatannya jadi lebih kompleks. Jadi kalau sudah meliputi jaringan ikat dan tulang pendukung gigi biasanya sudah memerlukan tindakan root planing atau disebut juga dengan penghalusan akar gigi,” imbuhnya.

Atau bahkan memerlukan pembersihan yang memerlukan tindakan bedah bila kerusakannya sudah mencapai tulang.

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Membersihkan Karang Gigi?

Foto: www.unsplash.com

“Kadang-kadang, karang gigi ini tidak terasa dan tidak dapat dideteksi sendiri oleh pasien. Baru dapat dideteksi ketika sudah terjadi keparahan seperti terjadi perdarahan gusi, kemudian kegoyangan gigi, dan sebagainya,” tutur Dosen Departemen Periodonsia FKG Unjani ini.

Sehingga kita perlu mengantisipasi supaya tidak terjadi keparahan. “Jadi harus dideteksi dini. Walaupun tidak ada keluhan, kita tetap harus selalu rutin ke dokter gigi. Itulah mengapa ada slogan ‘pemeriksaan 6 bulan sekali ke dokter gigi’,” ungkapnya.

“Sebab untuk menghilangkan plak dan kalkulus itu memang diperlukan suatu tindakan yang sudah dijelaskan, yaitu pembersihan karang gigi atau scalling, yang dilakukan di dokter gigi. Karena tidak dapat dihilangkan sendiri oleh pasien dengan tindakan sikat gigi,” tegasnya.

Bahkan, “pada keadaan yang sudah meluas sampai ke area jaringan ikat dan tulang. Biasanya dibutuhkan tindakan bedah rekonstruksi karena sifatnya sudah ireversibel,” lanjutnya lagi.

Apakah Karang Gigi Bisa Dibersihkan Sendiri di Rumah?

cara membersihkan karang gigi
Foto: www.pexels.com

Karang gigi sejatinya memiliki ikatan yang kuat dan memiliki konsistensi yang keras, sehingga pembersihan itu harus dilakukan di dokter gigi tidak bisa dilakukan sendiri.

“Apalagi sekarang sudah banyak ya, iklan-iklan yang memperkenalkan bahan pemecah atau pembersih karang gigi. Yang mungkin bahan itu akan menyebabkan kerusakan karena mengandung bahan kimia yang dapat memecah karang gigi,” katanya.

Dokter Dewi menambahkan bahwa bahan tersebut  juga dapat merusak jaringan ikat atau pendukung gigi. “Dan sebenarnya juga pembersihan karang gigi ini tidak bisa sebagian, jadi harus secara keseluruhan. Bila ada segmen,patahan, atau sisa yang tersimpan di dalam gusi, ini bisa menyebabkan peradangan pada gusi,” jelasnya.

Bagaimana Cara Mencegah Munculnya Karang Gigi?

cara membersihkan karang gigi
Foto: www.rawpixel.com

Untuk menjaga kesehatan mulut dan mencegah munculnya karang gigi, tentunya dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

Pemeriksaan oleh dokter gigi

Salah satu cara untuk mencegah munculnya karang gigi adalah dengan “rutin ke dokter gigi kemudian dibersihkan. Maka kita bisa mempertahankan agar tidak terbentuk plak kembali dan otomatis kita juga mencegah terbentuknya karang gigi,” terangnya.

Sikat gigi dengan rutin

Karena karang gigi adalah plak yang terklasifikasi, “tentu saja dengan pembersihan teratur secara disiplin, yaitu sikat gigi dua kali sehari yaitu pagi dan malam,” lanjutnya.

“Yang perlu digaris bawahi adalah yang malam ya, yang malam itu dilakukan saat sebelum tidur. Dan setelah itu tentu saja tidak boleh mengonsumsi apa pun lagi, kecuali air putih. Kemudian dianjurkan menggunakan bulu sikat atau sikat gigi yang memiliki bulu lembut berbahan nilon, kemudian tidak membuat trauma pada jaringan keras maupun jaringan lunak,” sarannya.

Penyikatan gigi juga biasanya dibantu dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride serta agen antibakteri. “Fluoride adalah mineral dengan dosis yang tepat dalam kandungan pasta gigi fluoride yang dapat mengembalikan mineral pada gigi sehingga mencegah gigi berlubang (karies),” imbuhnya.

Menyikat gigi secara keseluruhan

Kemudian penyikatan ini harus dilakukan pada seluruh permukaan gigi karena kita biasanya cenderung  hanya membersihkan gigi yang menghadap depan. “Tetapi kita biasa suka lupa bahwa gigi itu ada permukaan depan, belakang, dan juga ada permukaan yang disebut dengan dataran oklusal atau permukaan yang saling kontak antara gigi atas dan gigi bawah,” jelas Dokter Dewi.

“Jadi kita harus membayangkan bahwa gigi itu tiga dimensi ya, seperti bangunan ada bagian depan, samping, atas, yang sering kita lupakan juga daerah samping, yaitu daerah kontak antara gigi dengan gigi yang biasa disebut dengan daerah interdental,” lanjutnya.

Daerah ini biasa tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi. “Sehingga kita memerlukan alat bantu, alat yang paling direkomendasikan adalah benang gigi atau dental floss. Atau juga bisa dengan menggunakan sikat interdental, juga dianjurkan penambahan dengan obat kumur untuk mendisinfeksi rongga mulut,” ungkapnya.

Saran dari Dokter Gigi

Foto: www.freepik.com

“Karang gigi itu sering kali diremehkan oleh kita karena keberadaan dalam mulut itu tidak memberikan gejala yang signifikan. Sehingga keberadaannya menjadi semakin luas yang tadinya mungkin hanya sedikit di area tertentu, tidak dilakukan pembersihan maka menjadi daerah menempelnya plak yang akhirnya terklasifikasi dan semakin meluas,” ujar Dokter Dewi.

Hal itu mengakibatkan peradangannya pun semakin luas, ”yang tadinya hanya pada gusi yang kita sebut dengan gingivitis, bila tidak dilakukan perawatan yang rutin dapat meluas menjadi periodontitis. Ini adalah infeksi pada jaringan periodental atau jaringan pendukung gigi, biasanya sudah mengenai jaringan ikat dan tulang penyangga gigi,” ujarnya.

Kondisi tersebut “dapat meningkatkan risiko gangguan sistemik seperti diabetes, penyakit kardiovaskuler, pernapasan, dan risiko berat badan rendah pada ibu hamil. Sehingga sangat diperlukan sekali kunjungan berkala atau rutin ke dokter gigi. Untuk mengurangi risiko pembentukan karang gigi dan infeksi jaringan pendukung gigi yang lebih parah,” saran Dokter Dwi.

“Sebab kalau kita rutin maka hal ini dapat mencegah terbentuknya karang gigi. Ketika karang gigi sudah terbentuk, harus segera dibersihkan. Terus setelah diambil, dibersihkan, dan kita bisa mempraktikan pembersihan sendiri di rumah. Itu bisa menghindari terbentuknya karang gigi,” jelasnya.

Kesimpulan

Foto: www.freepik.com

Ketika sudah terbentuk karang gigi, maka harus diperiksakan terlebih dahulu ke dokter gigi. Kemudian kita mempraktikkan pembersihan di rumah yaitu dengan disiplin penyikatan gigi dua kali pagi dan malam sebelum tidur.

“Tetapi tentu saja dengan menyikat gigi selalu meninggalkan area-area yang sulit dijangkau oleh sikat gigi. Walaupun kita sudah menggunakan alat bantu. Sehingga memang tetap direkomendasikan paling tidak enam bulan sekali kita ke dokter gigi. Sebab di area yang tidak dapat dijangkau itu sudah pasti akan terbentuk plak dan karang gigi,” anjurnya.

Sehingga ketika kita rutin memeriksakan ke dokter gigi, maka kerusakannya itu tidak akan parah. “Kalau masih gingivitis perlu kita ketahui itu masih reversibel, jadi kalau kita hilangkan inflamasinya maka produk-produk bakterinya yaitu plak dan kalkulusnya dihilangkan maka akan bisa sehat kembali,” imbuhnya.

Namun “akan berbeda jika periodontitis, walaupun sudah kita ambil semua faktor-aktor penyebabnya, kerusakan yang terjadi tidak dapat diperbaiki tanpa adanya bedah rekonstruksi,” tutup Dokter Dewi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *