Bos-Bos Warteg Tak Happy, Makan di Tempat Dibatasi 20 Menit

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Bisnis warung tegal sudah mendapatkan kelonggaran untuk beroperasi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 oleh Pemerintah. Pengunjung sudah bisa makan di tempat dengan syarat maksimal 20 menit.

Bacaan Lainnya

Ketua Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni mengungkapkan bahwa sebagian besar pelaku usaha warteg tidak menyetujui kebijakan itu. Pasalnya, kebijakan itu membuat pelaku usaha khawatir gesekan bakal kembali terjadi di lapangan.

“Yang kita khawatirkan jangan sampai kita sama aparat seperti Satpol PP ribut. Dan dengan pelanggan juga sama. Niat baik pemerintah membantu naikkan omset malah yang terjadi kurangi pelanggan karena salah tafsir dengan prokes pemerintah. Itu yang kita khawatirkan karena gimana pengaturannya 20 menit, dari mana?” Kata Mukroni kepada Sentra Berita Indonesia, Kamis (29/7/21).

Pengalaman penerapan PPKM darurat pada 3 sampai 20 Juli sudah membuktikan hal itu, dimana banyak terjadi gesekan antara pelaku usaha dengan aparat pemerintah di lapangan. Sebagian bermula dari mispersepsi antara pemahaman pelaku usaha dan aparat penegak hukum. Sejumlah video viral pun menarik perhatian banyak masyarakat.

“Kebijakannya nggak jelas, artinya kurang clear, kaya pecel lele kalau hidangkan agak lama. Karena perlu digoreng dulu. Kalau tumis kangkung, orek tempe mungkin bisa 20 menit, tapi tergantung jenis makanannya. Kan makanannya banyak,” kata Mukroni.

Ia pun menilai kebijakan ini belum tentu cocok dengan semua kalangan. Ada sebagian masyarakat yang membutuhkan waktu lama untuk bisa makan.

“Misal ada orang tua yang biasa menyapu jalanan, pensiunan, kalau dipaksa buru-buru bisa tersedak, takutnya repot, ojol biasa habis makan numpang ke warteg saya. Kalau nunggu orderan agak lama, kita usir itu kan jadi masalahnya banyak pelanggan nggak tahu peraturan 20 menit ini. Yang ada nanti mereka nggak datang lagi,” lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *