BNI Sepakat Suntik Kredit Modal Kerja dalam Ekosistem SentraBerita.com

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita —

Bank Negara Indonesia (BNI) mengumumkan kerja sama dengan platform parenting SentraBerita.com dalam bentuk pemberian kredit modal kerja bagi Sooplai, anak perusahaan dan platform B2B2C digital yang dinaungi SentraBerita.com, yang juga menyediakan berbagai produk ibu dan anak untuk toko ritel, pada Jumat (10/9).

Dalam kolaborasi ini, para mitra usaha Sooplai akan mendapat kemudahan fasilitas pembiayaan (store financing) dari BNI untuk pembelian produk perlengkapan ibu dan anak dalam ekosistem platform. Bantuan modal kerja juga diberikan kepada para mitra usaha Sooplai yang mencakup ribuan toko ritel luring di seluruh Indonesia.

Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BNI, Muhammad Iqbal menyatakan, kerja sama ini sejalan dengan mandat yang dijalankan BNI selaku bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau state owned bank, yakni untuk meningkatkan perekonomian Indonesia melalui pengembangan UMKM.

“Membangun kerja sama dengan PT Sooplai Indonesia Pratama, melalui akuisisi ekosistem e-commerce Sooplai merupakan salah satu upaya BNI menjangkau UKM melalui nasabah BNI,” kata Iqbal.

Menurutnya, perkembangan e-commerce di Indonesia cukup pesat dalam 27 tahun terakhir. Berbelanja di e-commerce juga semakin marak seiring pandemi Covid-19 yang mewabah sejak Maret 2020.

“Semula sebagian besar transaksi dilakukan secara tatap muka, kemudian berubah menjadi secara online. Hal tersebut ikut merubah pola transaksi, yang semula didominasi oleh transaksi tunai (cash), berubah menjadi non tunai (cashless) yang dilakukan secara online, seperti melalui mobile banking hingga QR payment,” papar Iqbal.

Data Bank Indonesia memprediksi, perdagangan di e-commerce dan marketplace pada 2021 akan bertumbuh 33,2 persen dari tahun 2020. Kondisi tersebut memicu peningkatan penggunaan uang elektronik, juga sebesar 33,2 persen.

Sementara, survei Bank Indonesia di masa pandemi menunjukkan bahwa 27,6 persen pelaku UMKM mengalami peningkatan penjualan dengan pemasaran online. Iqbal menyebut, peran digitalisasi bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, telah menjadi keharusan.

“Terbuka peluang bagi perbankan untuk mengembangkan berbagai produk dan layanannya di masa mendatang, sejalan dengan perkembangan dan perubahan pola transaksi masyarakat,” katanya.

Didirikan sejak 1946, BNI mulai beroperasi sebagai bank komersial mulai tahun 1955. Catatan menyatakan, hingga semester I 2021, BNI memiliki 2.312 outlet di 420 kabupaten/kota di 34 provinsi, dan 8 outlet di luar negeri. Selain itu, BNI juga memiliki 23 Sentra Kredit Menengah (SKM), 27 Sentra Kredit Kecil (SKC), serta 36 Consumer & Retail Loan Center (LNC).

Memiliki 17.103 ATM di 521 kabupaten/kota di penjuru Indonesia, dengan 4 ATM di Hong Kong dan 2 ATM di Singapura, BNI semakin mantap memperluas jangkauan. Jaringan ATM BNI itu dapat melayani transaksi kartu debit berlogo GPN, Link, ATM Bersama, dan Prima.

Sebagai holding perusahaan, BNI pun ditetapkan membawahi 4 anak perusahaan, yaitu BNI Multifinance (pembiayaan), BNI Life (perasuransian), BNI Remittance (remitansi), dan BNI Sekuritas (pasar modal), sedangkan BNI Asset Management (Manajer Investasi) merupakan anak perusahaan dari BNI Sekuritas.

(rea)

[Gambas:Video CNN]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *