Anwar Abbas skak Gus Yaqut soal Kemenag itu hadiah untuk NU bukan umat Islam: Bubarkan saja! – Viral & Trending

  • Whatsapp

Mentei Agama Yaqut Cholil Qoumas jadi sorotan lagi. Kali ini pernyataan Gus Yaqut dalam forum NU yang mengatakan Kemenag itu hadiah negara untuk NU bukan untuk umat Islam secara umum.

Pernyataan itu langsung direspons reaktif oleh Anwar Abbas lho. Dia gerah banget dengan pernyataan Gus Yaqut tersebut sampai-sampai dia mengatakan kalau demikian Kementerian Agama lebih baik dibubarkan saja lantaran bikin gaduh saja.

Bubarkan saja kalau Kemenag hadiah untuk NU

Anwar Abbas sangat menyayangkan pernyataan Menteri Agama itu. Sebab dengan mengatakan Kemenag itu dibuat untuk NU, artinya nggak menghargai kelompok umat Islam dan masyarakat lainnya lho.

Waketum MUI, Anwar Abbas. Foto: Antara

Seharusya, kata Anwar, sebagai menteri dan pimpinan kementerian, Gus Yaqut nggak juga mesti ngomong seperti itu.

Kalau cara pandangnya Kemenag itu khusus buat NU saja ya jelas nggak bisa diterima pemikiran tersebut. Terlihat Gus Yaqut nggak bijak tapi malah arogan dengan mementingkan salah satu kelompok umat Islam saja.

Untuk itu, Anwar mengatakan kalau Kementerian Agama dikelola oleh pemimpin dengan cara pandang itu arogan itu, maka lebih baik nggak usah ada kementerian yang urusi agama.

“Maka saya minta Kementrian Agama lebih baik dibubarkan saja! Karena akan membuat gaduh, mudaratnya pasti akan jauh lebih besar dari manfaatnya,” kata Anwar dikutip dari RMOL, Sabtu 23 Oktober 2021.

Untuk NU bukan umat Islam

sebelumnya Gus Yaqut mengatakan Kementerian Agama bukan hadiah dari negara untuk orang Islam. Justru, Kemenag itu hadiah dari negara untuk orang NU.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto Kemenag/Romadanyl

Makanya jangan heran, kata dia, banyak orang NU yang mendominasi di struktur Kemenag.

“Saya bantah bukan, Kemenag itu hadiah negara untuk NU bukan untuk umat Islam secara umum tapi spesifik untuk NU. Jadi wajar kalau NU itu memanfaatkan peluang yang ada di Kemenag,” kata Yaqut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *