Angka Stunting di Kepri Dikhawatirkan Meningkat saat Pandemi

  • Whatsapp
Ketua TP PKK Dewi Kumalasari Ansar meresmikan Kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemar Ikan) di Posyandu Anggur Desa Panggak Laut, Kabupaten Lingga, Kamis (24/6/2021). HUMAS PEMPROV KEPRI

Tanjungpinang (SentraBerita.com) – Kepala BKKBN Kepulauan Riau (Kepri) Medi Heriyanto mengatakan angka stunting di daerah itu sampai tahun 2019 masih 16 persen yang tersebar di tujuh kabupaten/kota setempat.

“Kasus stunting di Kepri paling banyak tersebar di Kota Batam, yaitu sekitar 3.000 orang,” kata Medi Heriyanto di Tanjungpinang, Kamis (24/6/2021).

Dia menyebut jumlah angka stunting di Kepri terendah kedua secara nasional, setelah Yogyakarta.

Namun untuk perkembangan kasus stunting tahun 2020, katanya, masih dalam tahap pendataan.

Ia mengaku khawatir angka stunting terus mengalami peningkatan imbas pandemi COVID-19.

“Ini dipicu munculnya kemiskinan baru dan tidak mampunya keluarga miskin mengkonsumsi makanan yang layak dan gizi seimbang,” ungkapnya.

Lanjut dia, BKKBN bersama semua pemangku kepentingan di Kepri berkomitmen penuh memberikan kontribusi terhadap penurunan angka stunting secara nasional.

Hal ini sejalan dengan target Presiden RI Joko Widodo bahwa angka stunting di Indonesia turun dari 27 persen menjadi 14 persen hingga tahun 2024.

“Bahkan tahun 2024, Kepri ditargetkan zero stunting,” kata Medi Heriyanto. (Can/ant)

|Baca Juga: Ayo Konsumsi Ikan untuk Cegah Stunting, Dewi Ansar Resmikan Gemar Ikan di Lingga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *