Anggotanya Ditangkap Densus 88, Ketua MUI: Jadi Sarana Instrospeksi

  • Whatsapp

SentraBerita.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftachul Akhyar mengaku penangkapan anggotanya oleh Densus 88 Antiteror telah membuat lembaga yang dipimpinnya untuk melakukan introspeksi.

Adapun, Anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain an-Najah (ZN), dan dua orang lainnya telah ditangkap Densus 88 Antiteror terkait dugaan tindak pidana terorisme.

Bacaan Lainnya

“Secara umum di intermal MUI tak ada keguncangan semua berjalan normal. Tapi ini jadi sarana introspeksi, mawas diri. Kita berhati-hati dan teliti untuk jaga marwah majelis para ulama,” ujar Miftachul usai bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (22/11).

Miftachul mengatakan, MUI memiliki fatwa Nomor 3/2004 tentang terorisme, yang menyebutkan bahwa terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan hukumnya adalah haram. Sehingga tidak dibernarkan adanya teroris di Indonesia.

“Di MUI sudah ada fatwa nomor 3 tahun 2004 bahwa terorisme haram hukumnya. Bom bunuh diri haram hukumnya,” katanya.

Menurut Miftachul dengan adanya fatwa MUI tentang terorisme itu maka itu adalah bukti bahwa para ulama menginginkan Indonesia yang tentam dan damai. Sehingga diharapkan masyarakat juga bisa mewujudkan Indonesia yang damai tersebut.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Gunawan Wibisono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *