Ada yang Meninggal, 4 Kantor UPTD KB Ditutup

  • Whatsapp

KUNINGAN (MASS) – Dalam beberapa hari ini sedikitnya 4 kantor UPTD kepanjangan tangan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kuningan ditutup. Pasalnya, disamping terdapat pegawainya yang terpapar, satu diantaranya meninggal dunia.

Hal ini terungkap ketika petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kuningan melakukan penyemprotan desinfektan, Kamis (24/6/2021). Tampak Kepala dinas tersebut, Trisman Supriatna, melihat langsung proses penyemprotan di kantor kerjanya.

“Seperti yang tadi diungkapkan pak Dedi Magrib, ini sebagai bentuk pencegahan. Kita sudah 2 kali disemprot meskipun awalnya (di kantor pusat, red) tidak ada yang terpapar. Tapi di lantai 2, salah seorang pegawai kami kontak erat sehingga perlu kita antisipasi,” jelas Trisman kepada kuninganmass.com.

Bukan hanya penyemprotan, ia pun menerapkan kebijakan WFH 75%. Di kantornya itu hanya beberapa orang saja yang masuk kerja termasuk dirinya. Ini dilakukan agar pelayanan masyarakat tidak lumpuh, alias tetap berjalan.

Sedangkan di kantor UPTD kecamatan, diakuinya terdapat masalah yang membutuhkan langkah cepat. Setelah mendengar kabar adanya beberapa pegawai yang terpapar, Trisman langsung melockdown kantor-kantor tersebut.

“Dari 17 kantor UPTD yang kami miliki, 4 diantaranya kami tutup. Karena memang, di masing-masing UPTD tersebut 1 sampai 2 orang yang terpapar. Bahkan di UPTD Lebakwangi, ada 1 orang yang meninggal. Jelas kami sangat berduka,” ucapnya.

Keempat kantor UPTD yang ditutup tersebut antara lain UPTD Lebakwangi, Ciawigebang, Cigugur dan Kecamatan Kuningan. Selain UPTD Kuningan yang terdapat hanya 1 orang yang terpapar, di UPTD lainnya terdapat 2 orang yang harus menjalani isolasi. Tapi 1 orang staf kami di Lebakwangi meninggal.

Yang Terpapar Sudah Divaksin

Para pegawai yang terpapar, menurut Trisman, semuanya sudah divaksin. Entah apakah varian virusnya berbeda atau tidak, pihaknya harus segera melakukan langkah agar penyebaran tidak meluas.

“Demi memutuskan mata rantai penyebaran, langkah penutupan kantor ini kami lakukan. Termasuk melakukan penyemprotan dan menerapkan WFH 75%. Semoga pandemic ini cepat berakhir, amiin,” tukas mantan kabag pembangunan setda tersebut. (deden)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *