Ada di Zona Merah, Sampai Sekarang Suku Baduy Masih Nol Kasus Positif Covid-19. Kok Bisa? – SentraBerita.com

  • Whatsapp

Sudah dua tahun belakangan Indonesia diterpa pandemi, penyebaran Covid-19 terus meningkat di sejumlah daerah di Indonesia. Akibatnya, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan demi menekan lonjakan korban Covid-19. Masyarakat harus terbiasa berdiam diri di rumah dan tak bisa bebas keluar rumah seperti dulu.

Namun, hal berbeda dialami masyarakat Suku Baduy. Hingga kini kasus penyebaran Covid-19 di pemukiman masyarakat yang tinggal Kabupaten Lebak, Banten, tersebut masih nihil. Padahal Kabupaten Lebak berstatus zona merah karena penyebaran Covid-19 yang sangat tinggi. Apa sih rahasianya bisa nol kasus positif Covid-19 di tengah zona merah? Berikut ulasan selengkapnya.

Dapatkan nol kasus Covid-19 dari tes antigen

Warga Badui nol kasus Covid-19 [sumber gambar]

Fakta nol kasus virus Corona di pemukiman Suku Baduy dipastikan oleh Kepala Puskesmas Cisimeut Lebak dr. Maytri Nurmaningsih. Ia melakukan tes antigen beberapa waktu lalu kepada beberapa warga Suku Baduy. Hasilnya, tak satu pun dari mereka yang terjangkit virus Corona. Tetua adat sekaligus Kepala Desa, Jaro Saija, membenarkan bahwa tak ditemukan kasus penyebaran Covid-19 dari 11.800 warganya yang tersebar di 68 kampung.

Ternyata ini rahasia mereka

Warga Badui terapkan prokes [sumber gambar]

Di tengah banyaknya masyarakat yang masih abai, warga Suku Baduy justru sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, rahasia di balik nihilnya kasus Covid-19 di wilayah tersebut adalah warga Suku Baduy sangat patuh dengan aturan dari tetua adat dengan tidak banyak bepergian ke luar daerah. Pendatang yang berkunjung ke sana harus mencuci tangan, memakai masker, dan dilarang berkerumun. Mereka juga harus melalui proses pengecekan suhu tubuh.

Konsumsi ramuan tradisional

Warga Badui buat ramuan tradisional [sumber gambar]

Saat ini, warga Badui hanya beraktivitas di ladang, sehingga mereka tak berinteraksi dengan orang dari luar pemukiman. Warga Suku Baduy yang merantau pun diminta untuk segera pulang. Namun sebelum tiba di pemukiman, mereka diminta memeriksakan kesehatan di Puskesmas dan meminum ramuan tradisional yang terbuat dari cikur dan jahe merah. Pihak Puskesmas Cisimeut pun mengapresiasi keberhasilan Jaro Saija.

Program vaksinasi bagi warga Badui

Vaksinasi warga Badui [sumber gambar]

Petugas Puskesmas Cisimeut mengungkapkan dari enam desa yang mereka layani, yang paling disiplin melaksanakan prokes dan program vaksinasi hanyalah Jaro Saija. Aparat di desa lainnya belum ada yang mengikuti vaksinasi. Sedangkan bagi warga Suku Baduy, vaksinasi akan dilakukan dengan sistem jemput bola. Sebelumnya, petugas kesehatan akan memberikan sosialisasi agar warga dapat menerima vaksin demi mencegah penularan Covid-19.

BACA JUGA: Viral Pengusaha Sumbang Rp2 Triliun untuk Bantu Tangani Covid-19, Siapakah Akidi Tio?

Pandemi Covid-19 telah menelan banyak korban, lebih dari 3 juta orang terinveksi virus ini. Bahkan Indonesia pernah mencatat kasus kematian harian tertinggi di dunia akibat 1.280 pasien positif Covid-19 meninggal dalam sehari. Kedisiplinan dan ketaatan warga Suku Baduy dalam menerapkan protokol kesehatan mungkin bisa kita contoh agar Indonesia bisa segera bebas dari pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *