6 Tanda Kamu Terjebak dalam Pertemanan yang Toxic

  • Whatsapp

Tidak hanya pasangan yang ada istilahnya toxic relationship, tapi pertemanan pun ada istilah toxic friendship dimana lingkungan pertemanan kamu yang seharusnya menyenangkan, saling mendukung satu sama lain, memberikan kenyamanan, memperluas koneksi, tapi nyatanya membuat kamu tersiksa, tidak nyaman, bahkan overthinking

Tentu saja menjalin hubungan dengan orang yang toxic membuat batin kamu menjadi lelah dan bisa membuat emosi menjadi tidak stabil. Jika kamu merasa dalam lingkungan pertemanan toxic lebih baik kamu melepaskan lingkaran pertemanan kamu untuk hidup yang lebih baik dan emosi menjadi lebih stabil. 

Bacaan Lainnya

Lalu, tanda-tanda seperti apa sih kalau kamu sedang berada dalam lingkungan peetemanan yang toxic

1. Sering Berbicara di Belakang





Sering Berbicara Dibelakang/Foto : freepik.com

Berbicara di belakang tentang keburukan atau mempermalukan orang lain sudah menjadi tanda utama kalau pertemanan yang sedang dijalin tidaklah sehat. Tidak menutup kemungkinan kalau orang tersebut bisa saja membicarakan kamu di belakang dan mempermalukan kamu tentang topik yang dibuatnya berlebihan. 

Biasanya topik yang dibicarakannya itu memutar balik fakta atau dilebih-lebihkan seolah kamu yang paling bersalah dan semua karena kamu, untuk itu sebaiknya tinggalkan saja dan tidak usah menjalin hubungan pertemanan lagi. 

2. Terlalu Banyak Drama yang Dibuat




Terlalu Banyak Drama yang Dibuat
Terlalu Banyak Drama yang Dibuat/Foto : freepik.com

Misalkan kamu melakukan sesuatu yang kamu suka dan banyak orang yang mendukung, tapi untuk orang tersebut kurang berkenan atau tidak suka. Akhirnya, ia membuat skenario drama atau hal lainnya untuk mencuri perhatian untuk semua tertuju pada dia. Tidak menutup kemungkinan drama yang dibuatnya bisa menjebak atau memanipulasi kamu.

Tidak perlu ambil pusing dengan drama yang dibuatnya, cukup diam, amati, dan jauhi secara perlahan dari lingkungan pertemanan tersebut. 

3. Harus Kamu yang Memulai dan Berubah




Harus Kita yang Memulai dan Berubah
Harus kamu yang Memulai dan Berubah/Foto : freepik.com

Selalu harus kamu yang memulai untuk melakukan sesuatu, misalkan kamu yang harus mengajak dia untuk pergi, menanyakan kabar dia duluan, apa yang sedang dia butuhkan, kenapa dia merenung, dan tidak pernah mau memulai untuk melakukan percakapan terlebih dahulu. Harus orang lain yang memulai baru orang tersebut akan memulai percakapan. 

Selain itu, pertemanan yang tidak sehat juga memaksa kamu mengubah jati diri kamu, sifat kamu, untuk sama seperti dia atau teman lainnya. Atau jika ia melakukan salah akan bertindak seolah-olah itu salah kamu dan kamu harus berubah untuk membuat keadaan menjadi normal.

4. Membuat Kamu selalu Merasa Bersalah




Membuat Kamu selalu Merasa Bersalah
Membuat Kamu selalu Merasa Bersalah/Foto : freepik.com

Nah, dengan cara apapun walaupun orang tersebut yang salah, maka ia akan terus memutar balik fakta dan bertindak seolah-olah kamu yang salah, kamu melakukan sesuatu yang buruk sehingga menyakiti dirinya, dan kamu harus meminta maaf walaupun kamu tidak merasa bersalah. 

Beberapa orang memiliki sifat yang tidak enakan, jika hal seperti ini terus terjadi sudah pasti menyakiti mental, membuat tidak nyaman, dan membuat semakin overthinking, sudah jelas jika terlihat tanda seperti ini langsung kamu tinggalkan. 

5. Mudah Cemburu dengan Teman yang Lain




Mudah Cemburu dengan Teman yang Lain
Mudah Cemburu dengan Teman yang Lain/Foto : freepik.com

Manusia sebagai makhluk sosial sudah pasti tidak hanya butuh satu orang untuk bertahan hidup, pasti membutuhkan orang lain dan menjalin pertemanan dengan orang lain. Hubungan pertemanan yang tidak sehat tidak akan mendukung pertemanan kamu dengan orang lain dan mudah cemburu jika kamu melakukan sesuatu dengan teman lainnya.

Ia harus dijadikan prioritas utama, teman utama yang harus diajak untuk melakukan sesuatu bersama, misalkan berlibur, menonton, berbelanja, jika tanggal yang kamu tentukan ia tidak bisa maka harus menunggu sampai ia bisa dan tidak boleh dengan orang lain. 

6. Menyindir dibandingkan Berbicara Langsung




Menyindir dibandingkan Berbicara Langsung
Menyindir dibandingkan Berbicara Langsung/Foto : freepik.com

Jika ada suatu masalah, lebih baik selesaikan dengan cara menyindir kamu dibandingkan berbicara empat mata atau berbicara langsung. Sindiran yang biasanya dilontarkan juga seolah-olah kamu yang harus minta maaf dan harus mengerti dia, dan belum tentu permasalahan itu karena kamu. 

Jika merasa kamu terjebak dalam pertemanan yang toxic dengan tanda-tanda seperti tadi, sudah tepat langkah kamu untuk meninggalkannya dan memperluas pertemanan baru yang membuat kamu menjadi lebih baik dan mengarah yang positif. Semoga kamu semua dijauhkan dari orang-orang toxic dan membuat hidup kamu menjadi lebih tenang, semoga membantu! 

(kik/kik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *