6 Raja Kerajaan Mughal yang Terkenal Hebat Sepanjang Sejarah

  • Whatsapp

Dinasti Mughal merupakan keturunan dari penguasa Bangsa Mongol dari Genghis Khan dan Timur Lenk. Para penguasanya meninggalkan warisan dari arsitektur bangunan serta seni budaya. Para penguasanya mampu membangun kerajaannya bertahan hingga dua abad lamanya.

Siapakah di antara para raja ini yang memiliki kehebatan sehingga mampu membuat mereka hampir dapat menguasai seluruh daratan India? Berikut ini adalah beberapa raja dari Dinasti Mughal yang terkenal akan kehebatannya sepanjang sejarah yang mampu bertahan hingga lebih 300 tahun.

1. Raja Babur

Sumber: museumsofindia.gov.in

Raja Babur atau dikenal juga dengan nama Zahir al-Din Muhammad, merupakan raja yang juga sekaligus pendiri dari kerajaan Mughal. Dia merupakan keturunan dari Timur Lenk dari generasi kelima, yang berkuasa pada sekitar akhir abad ke-14, yang dilahirkan pada tahun 1483.

Tetapi karena telalu banyak pangeran dari keturunan Timur Lenk mengakibatkan Raja Babur banyak menghabiskan masa mudanya dalam mempertahankan kekuasaan yang ia miliki. Kota yang dia coba pertahankan adalah kota Samarkand sampai akhirnya raja Babur melirik ke daerah India.

Setelah tiga kali kekalahannya di Samarkand, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke India. Di sana dia berhasil mengalahkan Ibrahim Lodi, dan mengambil alih kekuasaannya dan memulai membangun dinasti Kerajaan Mughalnya. Tetapi tentu saja dia harus mengalahkan musuh-musuhnya yang lain.

Seperti halnya kebanyakan raja dimasa lalu, Babur juga memiliki banyak istri. Banyak dari keturunannya mati di saat masih bayi. Tetapi ada satu dari keturunan akan menjadi raja di masa depan yaitu Humayun. Humayun merupakan anaknya dari istrinya yang bernama Maham Begum.

2. Raja Humayun

Raja Humayun memiliki nama lahir Nasir al-Din Muhammad, dia merupakan anak dari raja terdahulu yaitu  Raja Babur. Dia dilahirkan di Kabul Afganistan pada tanggal 6 Maret 1508, dan menjadi penguasa wilayah yang masa kini mencapai Afganistan, Pakistan, India Utara, dan juga Bangladesh.

Humayun naik tahta menjadi raja pada saat yang sama dia juga kehilangan banyak dari wilayahnya, tetapi dapat merebutnya kembali setelah 15 tahun dengan bantuan dari Dinasti Safawiyyah Iran. Dia  mempunyai lawan yang cukup tangguh yaitu Sher Shah Suri yang dapat mengalahkannya.

Selain dari Sher Shah Suri rival beratnya adalah saudaranya sendiri yaitu Kamran dalam memperebutkan tahta kerajaan. Raja Humayun meninggal pada usia 48 tahun pada 26 Januari 1556. Dia meninggal diakibatkan terjatuh saat hendak turun dari tangga perpustakaannya.

3. Raja Akbar

Raja Akbar merupakan anak dari Raja Humayun, nama lahir dari Raja Akbar adalah Abu’l-Fath Jalāl ud-Dīn Muhammad Akbar. Dia merupakan anak Raja Humayun dari istri keduanya yaitu Hamida Banu Begum. Raja Akbar lahir di tahun 1542 di saat Raja Humayun dalam pengasingannya selama 15 tahun.

Akbar mulai naik tahta di saat usianya masih sangat muda yaitu 13 tahun, dia dapat berkuasa dengan bimbingan dari Mentri Bayram Khan. Raja Akbar terkenal akan kemampuannya dalam memerintah, selain kemampuannya mengumpulkan ilmu dari setiap orang yang ia temui.

Raja Akbar menjadi seorang raja yang terkenal karena prinsip sikap tolerasinya dalam beragama. Hal ini dibuktikannya di saat dia menikahi seorang putri dari Rajput yaitu Jodha. Selain itu Raja Akbar juga dia juga merupakan seorang yang menyukai seni, seperti puisi dan juga musik.

Raja Akbar mengakhiri masa pemerintahannya di sekitar tahun 1605 pada usia 63 tahun. Dia menderita disentri yang parah selama tiga minggu hingga menghantarkan pada kematiannya. Dia dikenang sebagai raja yang toleran dan kebijakannya yang membuat orang biasa dapat sejahtera.

Baca juga: 10 Peninggalan Kerajaan Mughal, Wisata Sejarah di India

4. Raja Jahangir

Raja Jahangir merupakan raja keempat  dari kerajaan Mughal, dengan nama lahirnya adalah Salim Nur ud-Din Muhammad. Dia dilahirkan di Fatehpur-Sikri, sebuah kota yang dibangun oleh ayahnya, Raja Akbar. Ibunya sendiri bernama Mariam Zamani atau yang lebih dikenal dengan nama Jodha Bai.

Sebagai pangeran, Salim miliki sikap yang memberontak, bahkan dia pun melakukan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri di saat ia masih berkuasa. Ayahnya bahkan sempat memenjarakannya   akibat ulahnya itu. Tetapi mereka bersatu di saat melawan ratu dari raja terdahulu.

Tetapi tak mudah baginya untuk naik tahta setelah kematian ayahnya Raja Akbar, dia bahkan harus melawan anaknya sendiri Khusrau Mirza. Pangeran Khusrau mencoba untuk mengambil alih tahtanya tetapi Khusrau akhirnya dapat dikalahkan dengan membuatnya buta dan akhirnya dibunuh.

Jahangir merupakan pecinta seni dan juga literatur, tetapi sayangnya dia tidak memiliki keberanian dan juga kemampuan administrasi yang mumpuni seperti ayahnya. Kekurangannya dalam hal negara diisi oleh satu istrinya yang bernama Noor Jahan yang merupakan istri kesayangannya.

Raja Jahangir yang mengakhiri masa kekuasaannya dengan menghadapai pemberontakan dari anaknya Pangeran Kurram yang akan menjadi Raja Shah Jahan di masa depan. Dia meninggal dalam pelariannya menuju Kashmir. Akhirnya dia dikuburkan di Lahore saat meninggal di perjalanan.

5. Raja Shah Jahan

Shan Jahan merupakan seorang raja yang terkenal karena monumen Taj Mahal yang dibuatnya. Shah Jahan merupakan anak dari Raja Jahangir yang memiliki nama lahir Shahabuddin Muhammad Kurram. Dia terkenal akan karya bangunan yang memiliki corak dari Kerajaan Mughal yang ia dirikan.

Dia berhasil mengatasi para kompetitornya yang sama-sama mengincar kursi kekuasaan dari Raja Jahangir. Dia berhasil menang melawan  intrik saudara-saudaranya sendiri untuk menduduki tahta kerajaan. Dia menjadi raja pada dengan kondisi negara yang relatif cukup makmur dan juga stabil.

Satu hal yang paling terkenal dari Shah Jahan tentunya adalah bangunan Taj Mahal yang merupakan sebuah makam yang ia persembahkan untuk istrinya Mumtaz Mahal. Selama masa pemerintahannya seni dan budaya mengalami masa puncak kejayaannya, terlihat dari bangunan hasil karyanya.

Masa pemerintahannya selain maju dalam hal seni dan budaya, secara umum pemerintahannya terbilang periode yang cukup damai dan stabil secara politik. Sentralisasi dalam hal administrasi menjadi point penting pemerintahan Shah Jahan sehingga tercipta harmoni dalam masyarakat.

Di akhir masa pemerintahannya terjadi pertempuran di antara anak-anaknya di saat sang raja sakit parah. Ketika kembali sembuh, satu anaknya,  Aurangzeb memenjarakannya selama 8 tahun karena dianggap tidak layak untuk memerintah. Dia dipenjara dan hanya dapat menatap makam istrinya.

6. Raja Aurangzeb

Aurangzeb merupakan raja dari Kerjaan Mughal yang keenam, ia memiliki nama lahir Muhi-ud-Din Muhammad. Dia merupakan anak ketiga dari Shah Jahan dan juga Mumtaz Mahal. Dia berhasil menaiki tahta kerajaan setelah  berhasil membunuh saudara- saudaranya sendiri.

Selain membunuh saudaranya sendiri, dia juga memenjarakan ayahnya yang lebih menginginkan anaknya yang lain yaitu Dara Shikoh untuk menjadi penerusnya. Penggulingan ayah dari tahtanya serta perebutan kekuasaan antara anak-anak raja seperti menjadi tradisi pada dinasti Mughal.

Selama masa pemerintahannya Aurangzeb termasuk orang yang sangat konservatif. Aurangzeb tidak seperti pendahulunya yang lebih menerapkan kehidupan toleransi dalam beragama, dia menerapkan hukum syariah  yang ortodoks yang mengakibatkan terjadinya banyak pemberontakan.

Perluasan kekuasaan yang dilakukan dengan kekuatan militer serta sikap intoleransi dalam beragam akhirnya menimbulkan kemarahan pada rakyatnya. Akhirnya terjadi perlawanan dari Hindu Deccan dan juga dari kaum Sikh Punjab. Pemberontakan terhebat adalah yang dilakukan oleh suku Pasthun.

Masa pemerintahan Aurangzeb sering dikatakan keemasan dari Dinasti Mughal, tetapi setelah kematiannya Dinasti Mughal mengalami kemunduran. Di tangan putranya Bahadur Shah I Dinasti Mughal mengalami kemunduran secara pelahan dan lama sampai akhirnya terlupakan.

Itulah Raja-raja pada Dinasti Mughal yang dianggap paling hebat sepanjang sejarah. Perebutan tahta di antara raja-raja tersebut sering diwarnai dengan penggulingan ayah sendiri atau juga pembunuhan di antara saudara sendiri. Keenam Raj Mughal ini sering dianggap sebagai yang paling hebat.

Pada masa pemerintahan Dinasti Mughal dianggap telah merubah wajah India dari segi politik, militer serta karya seni. Dinasti Mughal mampu bertahan hingga lebih dari 300 tahun lamanya berkuasa di daratan India. India berkembang menjadi sebuah daerah yang sejahtera dan kaya dalam budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *