5 Anak Terlibat Prostitusi Online di Kalbar, Pasang Tarif di MiChat Rp 600 Ribu

  • Whatsapp
5 Anak Terlibat Prostitusi Online di Kalbar, Pasang Tarif di MiChat Rp 600 Ribu
Salah seorang anak yang diamankan dari sebuah hotel di kawasan Gajahmada Pontianak. Foto: Dok Hi!Pontianak

Hi!Pontianak – Lima orang anak di bawah umur diamankan oleh Polresta Pontianak dan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, atas dugaan prostitusi online, di salah satu hotel di Jalan Gajahmada Pontianak, pada Selasa pagi, 23 November 2021.

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati, mengatakan pihaknya mengamankan 6 orang, yang diduga melakukan prostitusi online, 1 di antaranya orang dewasa, dan 5 lainnya masih di bawah umur.

Bacaan Lainnya

“Sesuai informasi, tadi pagi, pukul 07.00 WIB, kami dan beberapa anggota polisi mendampingi KPPAD ke lapangan. Dari 6 orang yang diamankan, satu dewasa, 5 di bawah umur,” jelas Eka kepada awak media.

Eka menambahkan, saat digerebek di sebuah hotel, 6 orang tersebut berada di dalam satu kamar. Mereka diduga terlibat dalam prostitusi online, jaringan MiChat.

Eka mengatakan, 3 orang di antaranya sebelumnya juga sudah pernah diamankan dan dibina, namun mereka tak kunjung jera dan tetap melakukan praktik tersebut.

“Diduga terlibat dalam prostitusi online jaringan MiChat. Ada 6 orang, 1 dewasa 5 di bawah umur. Ada yang sudah pernah diamankan dan sudah dibina, 3 orang,” ucapnya.

Dari 6 orang tersebut, di antaranya ada yang berpacaran. Diketahui mereka mematok tarif di aplikasi MiChat sebesar Rp 600 ribu. Beberapa dari mereka juga masih sekolah. “Mereka sepertinya sudah beberapa hari menginap di sana. Ada yang masih sekolah. Enam dari mereka ada yang berpacaran," ujarnya.

"Jadi dari pengalaman kita, mereka yang memang berpacaran, itu ada beberapa kasus yang cowoknya memang menjual pacarnya. Tapi si cowok memang mengetahui ceweknya menjajakan dirinya,” tambah Komisioner KPPAD Kalbar, Alik R Rosyad.

Pihak KPPAD Kalbar mengungkapkan hal tersebut dapat terulang kembali, karena kurangnya pantauan orang tua tentang aktivitas anaknya. Padahal, orang tua memiliki tanggung jawab dalam melindungi dan mengawasi anaknya.

“Pengawasan orang tua, bagaimana orang tua memberikan pengawasan kepada anak-anak mereka misalnya ketika lagi di jam belajar mereka harus kemana dan harus di rumah, kalau keluar harus diketahui kemana perginya,” terangnya.

Hingga saat ini, keenam orang tersebut masih dilakukan pemeriksaan oleh Polresta Pontianak, pihak KPPAD Kalbar juga terus melakukan pendampingan khususnya pada anak di bawah umur.

“Tadi memang masih di dalami oleh pihak kepolisian, apakah ada indikasi pelanggaran hukum. Kita berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak, Dinas PPA, setelah itu nanti dari Polres dan Dinas PPA yang menanganinya,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *