5 Amalan Malam 27 Rajab, Salah Satunya Memperbanyak Doa!

  • Whatsapp

Banyak yang melakukan aktivitas ibadah tertentu sebagai amalan malam 27 Rajab, termasuk di Indonesia. Hal ini karena tanggal tersebut dipercaya sebagai waktu Nabi Muhammad melakukan Isra Miraj.

Menurut tradisi, perjalanan ini dikaitkan dengan Lailat al Miraj, sebagai salah satu tanggal paling penting dalam kalender Islam. Isra Miraj dipercaya terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.

Baca Juga: 5+ Keutamaan Surat At Tin Lengkap dengan Bacaan dan Artinya

Keutamaan Bulan Rajab

Foto: SentraBerita.com Photo Stock

Sebelum megetahui amalan malam 27 Rajab yang disebut sebagai malam terjadinya peristiwa Isra Miraj, ada baiknya untuk mengenal salah satu bulan dalam Islam ini.

Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia yang juga disebut sebagai asyhurul hurum atau bulan-bulan haram. Saat itu, manusia dilarang (diharamkan) untuk berperang, kecuali dalam keadaan membela diri dan terdesak.

Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

(Inna ‘iddatasy-syuhụri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba’atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn)

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS At-Taubah: 36)

Ini juga mendapatkan penguat di dalam surat yang lain, yakni:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ

(Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tuḥillụ sya’ā`irallāhi wa lasy-syahral-ḥarāma)

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan haram (syahral haram) …” (QS Al-Maidah (95): 2)

Ayat ini menerangkan keutamaan dari bulan-bulan haram yang tidak dimiliki oleh bulan lainnya. Bulan yang termasuk di dalamnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Rajab, dan Muharram.

Baca Juga: 9 Keutamaan Surah Al Kafirun, Sebanding Pahala Khatam Alquran

Hal ini juga disebutkan oleh Rasulullah SAW yang bersabda:

السنة اثنا عشر شهراً، منها أربعةٌ حرمٌ: ثلاثٌ متوالياتٌ ذو القعدة، وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان”.

Artinya: “Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua jumadil dan sya’ban.” (HR Bukhari)

Dinamakan Rajab karena itu adalah bulan untuk yarjubu, yakni Ya’zhumu atau mengagungkan, sebagaimana dikatakan Al Ashmu’i, Al Mufadhdhal, dan Al Farra’.

Banyak yang meyakini bahwa bulan Rajab secara khusus sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah, seperti salat, puasa, dan menyembelih hewan untuk disedekahkan.

Meski tidak memiliki dalil yang kuat, tidak berarti kelemahan ini menunjukkan larangan untuk melakukan ibadah secara umum.

Tidak mengapa melakukan puasa pada bulan Rajab, seperti puasa Senin Kamis atau puasa ayyamul bidh (tanggal 13,14,15 bulan hijriah), sebab ini semua memiliki perintah secara umum dalam syariat.

Yang keliru adalah meyakini dan mengkhususkan ibadah-ibadah ini. Sebab, hal ini membutuhkan dalil shahih yang khusus, baik dalam Alquran atau Sunnah.

Berkaitan dengan hal ini, studi dari UIN Sunan Gunung Djati menjelaskan bahwa berdasarkan referensi-referensi serta hadis-hadis yang menjadi kontroversi dalam amalan Sunnah bulan Rajab, dengan tegas menyatakan tidak terdapat amalan khusus pada saat bulan Rajab.

Tetapi, sangat dianjurkan setiap umat Islam sebagai hamba Allah SWT untuk selalu meningkatkan ketakwaan kepada-Nya dan meningkatkan amalan ibadah kapan pun dan di mana pun berada.

Baca Juga: 5+ Keutamaan Sahur Saat Berpuasa, Salah Satunya Diberikan Keberkahan yang Melimpah!

Amalan Malam 27 Rajab Sesuai Sunnah

Macam Macam Dzikir -3.jpg

Foto: SentraBerita.com Photo Stock

Meski terdapat perbedaan pendapat terkait dengan amalan tertentu, tetap saja bulan Rajab termasuk dalam salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Oleh karena itu, ini adalah beberapa amalan malam 27 Rajab yang bisa di lakukan, karena terdapat perintah melakukannya secara umum. Di antaranya:

1. Memperbanyak Sedekah

Sebagai kebaikan yang mengundang pahala, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Tujuannya untuk mencapai keberkahan dari Allah SWT.

Bisa dilakukan setiap saat, ini juga bisa menjadi amalan malam 27 Rajab yang bisa ditambahkan dengan memanjatkan doa meminta keberkahan kepada Allah SWT.

Ada banyak keutamaan sedekah dalam Islam, salah satunya seperti disebutkan dalam Alquran:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

(Lan tanālul-birra ḥattā tunfiqụ mimmā tuḥibbụn, wa mā tunfiqụ min syai`in fa innallāha bihī ‘alīm)

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran: 92)

Baca Juga: 11 Keutamaan Membaca Surat Maryam untuk Ibu Hamil, Salah Satunya Agar Si Kecil jadi Anak Berbakti!

2. Memperbanyak Istigfar

Memperbanyak istigfar bisa menghilangkan kesulitan karena selalu mengingat Allah SWT. Bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan istigfar, sehingga umat Islam perlu memperbanyak istigfar.

Adapun bacaan sayyidul istighfar adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْشَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Artinya, “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat.

Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Salah satu amalan 27 Rajab yang dianjurkan adalah membaca sayyidul istigfar saat pagi dan sore hari. Diharapkan, hal tersebut akan menambah catatan amal shalih bagi umat Islam.

3. Tidak Meninggalkan Salat

Isra Miraj adalah peristiwa saat Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu. Dalam Alquran Allah SWT berfiman:

حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ

(Hāfiẓụ ‘alaṣ-ṣalawāti waṣ-ṣalātil-wusṭā wa qụmụ lillāhi qānitīn)

Artinya: “Peliharalah semua salat dan salat wustha. Dan laksanakanlah (salat) karena Allah dengan khusyuk.” (QS Al-Baqarah: 238)

Oleh karena itu, momen tersebut bisa digunakan untuk memperbaiki salat wajib, menambah kekhusyukan, atau menambah dengan melaksanakan salat sunnah lainnya.

Baca Juga: 9+ Keutamaan Surat Al Qadr, Salah Satunya Masuk Surga tanpa Hisab, Masya Allah!

4. Memperbanyak Doa

Meski bukan termasuk dalam waktu diijabahnya doa, memperbanyak doa juga dapat dimasukan ke dalam amalan malam 27 Rajab.

Sebab, Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang sering berdoa. Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

(Wa iżā sa`alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da’watad-dā’i iżā da’āni falyastajībụ lī walyu`minụ bī la’allahum yarsyudụn)

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku.

Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah: 186)

5. Zikir Jelang Isra Miraj

Ada satu zikir yang pernah diajarkan Nabi Ibrahim AS untuk Nabi Muhammad SAW saat mengalami peristiwa Isra Miraj, yaitu:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ

(Laa haula walaa quwwata illa billah)

Artinya: “Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah.”

Itulah rekomendasi amalan malam 27 Rajab yang bisa juga dilakukan di malam-malam lainnya agar mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *