103 Kata-kata bijak Islami tentang anak, edukatif dan bermakna

  • Whatsapp

SentraBerita.com – Anak merupakan anugerah dan amanah yang dititipkan Tuhan kepada orang tua. Kehadiran anak membawa kebahagian sendiri bagi setiap pasangan. Tak hanya sebagai pelengkap keluarga, anak juga merupakan amanah yang harus dijaga. Membesarkan anak pun tak bisa sembarangan. Perkara mendidik anak haruslah dipahami oleh setiap orang tua.

Sebab, tingkah laku anak dipengaruhi oleh setiap tindakan dan perkataan orang tua. Seorang anak butuh bimbingan serta pengetahuan hal-hal yang baik dan hal-hal yang dilarang. Orang tua sebisa mungkin menanamkan nilai-nilai baik kepada anak. Selain dengan memberikan teladan, orang tua juga senantiasa memberikan nasihat yang membangun.

Nasihat yang membangun ini lebih baik disampaikan dengan dasar ajaran agama. Dalam Islam, persoalan mendidik anak sudah banyak disinggung dalam Alquran maupun hadis. Kisah-kisah terdahulu dari para Nabi dan sahabat pun bisa menjadi pelajaran berharga.

Misalkan saja kisah Luqman yang melarang anaknya menyekutukan Allah. Atau pernyataan Ali bin Abi Thalib tentang mendidik anak sesuai zamannya. Kata-kata bijak Islami tentang anak mungkin bisa menjadi panduan sekaligus nasihat bagi orang tua dalam mendidik anak. Berikut 103 kata-kata bijak Islami tentang anak, dirangkum SentraBerita.com dari berbagai sumber pada Rabu (17/11).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kata-kata bijak Islami tentang anak untuk para orang tua.


foto: Instagram/@galleri_fashion_muslim

1. “Ajari anak-anakmu membaca surat Al-Fatihah sebelum orang lain mengajarkannya banyak hal. Karena itu akan menjadi bagian dari salat di sepanjang hidup mereka.”

2. “Anak-anak itu amanah, hanya boleh dididik sesuai keinginan yang menitipkan, bukan sesuai hawa nafsu kita.”

3. “Anak-anak jauh lebih membutuhkan kehadiranmu daripada sekadar hadiah darimu.”

4. “Anak-anak menginginkan waktumu lebih dari segalanya. Bermainlah bersama mereka, ajari mereka, dan sayangi mereka. Karena mereka adalah amanah dari Tuhanmu.”

5. “Jangan katakan kepada anakmu: ‘Berangkatlah untuk salat, kalau tidak, kamu akan masuk neraka.’ Tapi katakan padanya: ‘Ayo berangkat salat bersama, supaya kita bisa masuk surga bersama-sama’.”

6. “Anakmu akan mengikuti atau meniru tingkah lakumu, bukan nasihatmu.”

7. “Bukan tentang apa yang kamu tinggalkan untuk anak-anakmu, melainkan apa yang kamu tinggalkan dalam diri anak-anakmu.”

8. “Didiklah anak untuk mengenal dan mencintai Allah. Karena anak adalah amanah, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.”

9. “Tak ada kata terlalu dini untuk menerapkan syariat, karena jika terlambat kelak penyesalan yang didapat.”

10. “Lebih baik berpayah-payah mendidik mereka selagi belia, daripada setan yang lebih dahulu merenggut hatinya, atau pergaulan yang buruk merantainya jauh dari kita.”

11. “Semua anak adalah baik. Karena Allah telah menginstal di dalam dirinya fitrah yang lurus.”

12. “Sering-seringlah berkata sayang dan cinta kepada anak. Karena dengan ucapan cinta yang tulus, anak akan merasa kehadirannya benar-benar didambakan, dan insyaallah dia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, sebab semua kebutuhan jiwanya terpenuhi.”

13. “Cara terbaik untuk mendidik anak adalah melalui kepribadian terbaik dari orang tua. Karena anak akan mencontoh banyak hal dari orang tuanya.”

14. “Ajari anakmu bahwa mereka adalah pribadi yang unik. Dengan begitu, mereka tak akan merasa terbebani untuk menjadi sama seperti orang lain.”

15. “Anak terlahir ke dunia dengan kebutuhan untuk disayangi tanpa kekerasan, bawaan hidup ini jangan sekalipun didustakan.”

16. “Anak-anak adalah pesan yang kita kirimkan ke masa yang tak akan kita temui.”

17. “Anak-anak bukanlah buku mewarnai. Kamu tak dapat mewarnai mereka sesuka hatimu.”

18. “Anakmu akan mengikuti atau meniru tingkah lakumu, bukan nasihatmu.”

19. “Hadiah terbaik yang dapat kamu berikan pada anak-anak adalah akar dari tanggung jawab dan sayap kemandirian.”

20. “Jika kamu memiliki pikiran yang baik, mereka akan bersinar dari wajahmu seperti sinar matahari dan kamu akan selalu terlihat baik.”

21. “Anakku, jangan bersedih meski tadi Ibu memeluk dirimu sejenak saja, karena yang perlu kamu tahu, hati ibu memelukmu selamanya.”

22. “Jika kamu ingin anakmu berkembang, biarkan mereka mendengar hal baik yang kamu katakan tentang mereka kepada orang lain.”

23. “Menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya, tapi tugas orang tua kepada semua anaknya.”

24. “Muliakanlah anak-anakmu dan didiklah mereka dengan baik.”

25. “Kita boleh berharap, tapi tidak bermimpi kosong, cobalah untuk menjadikannya nyata nak, walau tidak sempurna.”

kata bijak Islami tentang anak © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@istricantikqu

26. “Ajarkanlah Alquran kepada anak-anakmu, maka Alquran akan mengajarkan segalanya kepada mereka.” – Dr. Bilal Philips

27. “Bacakan untuknya Alquran, ajarkan sejarah, untaian syair-syair dan ajarkan sunah.” – Harun Ar Rasyid

28. “Bersabar dalam mendidik anak-anak kita adalah sebuah amal ibadah.” – Mufti Ismail Menk

29. “Di antara bentuk adab dan cara pendidikan kepada anak kecil adalah jika ia menangis maka hendaklah dibiarkan (dia menangis) beberapa saat agar ia bisa tenang, karena ia sedang mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya. Akan tetapi jika engkau langsung mendiamkannya maka ia akan tertekan dan dirinya merasa dikekang.” – Ibnu Utsaimin, Syarhul Mumti’

30. “Hendaklah adab sopan anak-anak itu dibentuk sejak kecil. Karena ketika kecil mudah membentuk dan mengasuhnya, belum dirusakkan oleh adat kebiasaan yang sukar ditinggalkan.” – Hamka

31. “Jangan membesarkan anak-anak supaya mereka menghasilkan rezeki untukmu. Akan tetapi besarkan mereka untuk beribadah kepada Allah, maka rezeki pun akan datang mengikuti.” – Ibnu Utsaimin

32. “Jangan paksa anakmu untuk menjadi seperti dirimu, karena mereka tidak terlahir di zamanmu.” – Ali bin Abi Thalib

33. “Jangan pergi di waktu luangnya, sehingga dia merasakan manisnya waktu kosong dan membuatnya terbiasa dengannya”. – Harun Ar Rasyid

34. “Jika suatu saat kelak kamu tidak lagi mendengar bunyi bising dan gelak tertawa anak-anak riang di antara shaf-shaf salat di masjid-masjid, maka sesungguhnya takutlah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian di masa itu.” – Sultan Muhammad al-Fatih

35. “Kemampuan orang tua mendidik anak ada batasnya. Sedangkan pintu pertolongan Allah tiada terbatas. Maka iringi proses mendidik anak dengan doa.” – Aa Gym

36. “Ketika aku melampiaskan amarah pada anak-anak, aku khawatir itu yang terakhir mereka ingat.” – Felix Siauw

37. “Manusia yang paling utama mendapatkan kebaikanmu dan paling berhak mendapatkan perbuatan baikmu adalah anak-anakmu. Karena sesungguhnya mereka adalah amanah yang Allah letakkan di sisimu.” – Abdurrahman As-Sa’dy

38. “Mendidik anak itu adalah ibadah. Jangan sampai keluar dari tulang sulbi Anda orang yang tidak salat.” – Syaikh Dr Abdul Malik Al Qasim Hafidhaullah

39. “Aku meninggalkan anak-anakku seolah-olah tak kan bertemu lagi.” – Felix Siauw

40. “Barang siapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan hal-hal yang bermanfaat kepada anaknya dan membiarkannya begitu saja, berarti ia telah mendurhakai anaknya.” – Ibnu Qayyim al-Jauziyah

41. Kamu tidak dimaksudkan untuk merangkak. Kamu punya sayap. Belajarlah menggunakannya. – Rumi

42. “Kebanyakan kerusakan anak disebabkan karena orang tuanya, mereka menelantarkannya dan tidak mengajarkan anak ilmu dasar-dasar wajib agama dan sunah-sunahnya. Mereka menyia-nyiakan anak-anak di masa kecil mereka.” – Ibnu Qayyim Al Jauziyyah

Kata-kata bijak Islami dari Alquran dan Hadits.

kata bijak Islami tentang anak © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@shahaja.putri_books

43. “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” – QS. Luqman

44. “Kata kunci dalam pendidikan anak adalah memilihkan teman dan lingkungan yang baik. Siapa memiliki anak kecil, hendaklah ia bercanda dan bermain dengan mereka.” – HR. Ad-Dailami

45. “Perintahlah anak-anak kalian untuk salat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” – HR. Ahmad

46. “Seseorang itu akan mengikuti agama teman dekatnya (lingkungan pergaulannya). Oleh karena itu, hendaknya kalian siapakah yang kalian (anakmu) jadikan sebagai teman dekat.” – HR. Abu Daud

47. “Dan ketahuilah, bahwa harta dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” – QS. Al-Anfal: 28

48. “Bukan termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak-anak dan tidak menghormati orang yang dituakan di antara kami.” – HR. Tirmidzi

49. “Sungguh di dalam surga itu ada rumah yang disebut rumah kebahagiaan yang tidak dimasuki kecuali orang yang membahagiakan anak-anak kecil.” – HR. Aisyah

50. “Tidak ada pemberian orang tua yang paling berharga kepada anaknya daripada pendidikan akhlak mulia.” – HR. Bukhari

51. “Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik.” – HR. At-Tirmidzi

52. “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan yang menyejukkan hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” – Q.S Al-Furqan: 74

53. “Dan kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar?” – QS al-Furqan: 20

54. “Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan pasti akan datang kemudahan.” – HR. Tirmidzi

55. “Aku mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar.” – Umar bin Khattab

Kata-kata bijak Islami untuk menasihati anak. 

kata bijak Islami tentang anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

56. “Saat kamu tidak mau menerima pendapat orang tuamu mereka hanya diam dan berdoa yang terbaik untukmu, tapi saat mereka yang tidak bisa menerima pendapatmu kemarahan yang kamu berikan pada mereka.”

57. “Mungkin kamu kini mengacuhkan perkataan orang tua, namun suatu hari kamu menyadari, pesan mereka yang membawamu dalam kesuksesan.”

58. “Kasih sayang orang tua banyak wujudnya. Hargai dan pahami setiap maskud mereka.”

59. “Orang tuamu tidak pernah ingin kamu menjadi seperti mereka tapi mereka ingin kamu menjadi lebih baik dari mereka.”

60. “Jangan pernah mengeluh kepada Tuhanmu, sesungguhnya apa yang Tuhanmu kehendaki itu yang terbaik untukmu.”

61. “Orang tua adalah seorang manusia ia bisa juga salah, karenanya ia harus terus menerus berbenah.”

62. “Semakin berat masalahmu, semakin kuat dirimu. Dan itulah yang membuat dirimu semakin baik.”

63. “Jangan pernah menoleh ke belakang jika itu hanya membuatmu mengulangi kesalahan, cobalah menoleh ke depan dan membuka lembar baru yang lebih baik.”

64. “Hidup ini adalah pilihan yang kamu putuskan. Jika kamu tak ingin terlihat bodoh, jangan lakukan hal yang bodoh.”

65. “Hidup hanya sekali, manfaatkan untuk melakukan kebaikan.”

66. “Bersyukurlah atas apa yang kamu miliki; kamu akan berakhir dengan memiliki lebih banyak. Jika kamu berkonsentrasi pada apa yang tidak kamu miliki, kamu tidak akan pernah memiliki cukup.” – Oprah Winfrey

67. “Cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, melainkan mencoba menjadi orang yang berharga.” – Albert Einstein

68. “Di kala kamu merasakan kesedihan yang luar biasa, maka salatlah dan beribadah maka Allah akan memberikan keindahan padamu di suatu hari nanti.”

69. “Ingatlah, apa pun kesalahan yang kamu perbuat di hari yang lampau. Semua akan berlalu dan kamu harus memperbaiki kesalahanmu tersebut, semoaga semua kebaikan yang kamu lakukan menjadi berkah dan rahmat bagi orang yang ada di sekitarmu.”

70. “Kedua orang tuamu adalah malaikat yang selalu menyembunyikan sayapnya untuk melindungimu.”

71. “Jangan pernah mengeluh ketika kehidupan dilanda musibah, karena dengan musibah tersebut kita bisa belajar apa kuat dari cobaan.”

72. “Pada kehidupan yang fana ini, kau tak perlu mempertahankan sesuatu dengan mati matian kecuali kemanusiaan.”

73. “Jangan takut untuk membuat sebuah kesalahan. Tapi pastikan kamu tidak melakukan kesalahan yang sama dua kali.” – Akio Morit

74. “Janganlah sampai kita melupakan Tuhan di kala kita senang, maka di waktu sulitmu Tuhan akan mempermudah jalannya.”

75. “Meraih kesuksesan besar adalah bukti bagi semua orang lain bahwa bisa mencapainya juga.” – Abraham Lincoln

76. “Mimpi tidak pernah menyakiti siapa pun jika kamu terus bekerja tepat di belakang mimpi itu untuk mewujudkannya semaksimal mungkin.” – F. W. Woolworth

77. “Sebuah harapan akan menguatkanmu untuk terus bermimpi, maka teruslah berharap sesuatu yang baik.”

78. “Seorang juara hanyalah seseorang yang tidak menyerah saat menginginkannya.” – Tom Landry

79. “Orang tua adalah tempat berlindung seorang anak. Jika sang anak sudah tak merasa aman lagi di sana maka kau harus belajar menjadi orang tua lagi.”

80. “Ketulusan orang tua tidak akan dapat dinilai dengan apa pun, bahkan mereka tidak pernah merasa rugi saat buah hati yang mereka jaga dari kecil pada akhirnya akan meninggalkan mereka dan hidup bersama orang lain.”

Kata-kata bijak untuk anak saat melewati rintangan hidup. 

kata bijak Islami tentang anak © 2021 brilio.net

foto: freepik.com

81. “Kamu harus tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Teruslah bahagia dengan mencintai dan menerima dirimu apa adanya.”

82. “Ingatlah nak, Allah memang tidak akan pernah menguji hambanya melebihi batas kemampuannya. Namun kita sering menyerah duluan sebelum batas itu.”

83. “Mengapa Allah memberi kita satu mulut dan dua telinga? Jawabannya adalah agar kita umat manusia lebih banyak mendengar daripada berbicara.”

84. “Belajarlah dengan baik nak. Masa depan tidak akan menunggu seseorang yang tidak mau belajar.”

85. “Keberanian adalah apa yang diperlukan untuk berdiri dan berbicara. Keberanian juga dibutuhkan untuk duduk dan mendengarkan.”

86. “Teruslah tersenyum. Karena hidup itu indah dan ada banyak hal yang bisa disyukuri.”

87. “Masalah kamu bukan yang terburuk nak, masih banyak di luar sana yang bahkan harus berjuang untuk sekadar hidup.”

88. “Ketika mengalami masa-masa yang sulit, ketika semua teman-temanmu meninggalkanmu, dan kamu ingin menyerah, ingatlah kamu bisa menghubungi ibu kapan pun.”

89. “Dirimu yang menentukan seberapa besar atau kecilnya masalahmu. Semua itu tergantung dari caramu melihatnya.”

90. “Menjadi anak yang saleh dan tidak pernah menyakiti hati orang tua itulah hal yang paling diinginkan orang tua kita.”

91. “Nak, ingatlah dalam kehidupan ini selalu ada suatu hal yang dipilih. Memilih yang baik itu penting, bukan karena kebaikan akan datang sendiri. Tapi dengan memilih yang baik, kamu akan mendapat yang baik.”

92. “Jadilah contoh yang baik untuk anak-anakmu kelak.”

93. “Sesibuk apa pun dirimu, jangan pernah lupa untuk beribadah.”

94. “Saat semua orang menghina dan menjauhimu karena kekalahanmu, tapi saat itu ibumu tidak pernah menjauh ataupun malu untuk tetap bersamamu.”

95. “Selalu mencoba bersemangat di pagi hari. Lihatlah bahkan ayah pun selalu tampak bersemangat, walau hidup terasa berat.”

96. “Kesulitan memperkuat kedewasaan, dan karakteristik pria sejati atau pria hebat bukanlah bahwa ia telah dibebaskan dari kejahatan kehidupan, tetapi bahwa ia telah mengatasinya.”

97. “Iman adalah mempercayai sesuatu ketika akal sehat memberi tahumu untuk tidak melakukannya.”

98. “Nak hidup ini terlalu berat untuk mengandalkan diri sendiri tanpa melibatkan bantuan Tuhan dan orang lain, karena hakikatnya seorang manusia itu saling membutuhkan satu sama lain.”

99. “Ketika hati tak menentu, jagalah lidah dari ucapan. Terkadang diam mempunyai peran penting agar tak menyakiti seseorang.”

100. “Saat hidupmu bahagia, ibumu tidak pernah memintamu untuk membagi kebahagiaanmu kepadanya, tapi saat kamu terluka ibumu selalu datang untuk menerima bagian dari lukamu.”

101. “Nak, jangan sekali-kali kamu berbohong kepada orang lain jika ujungnya akan membawamu dalam kondisi kesengsaraan. Maka dari itu jujurlah walaupun jujur itu derita, karena tidak lebih sebagai cobaan yang akan berbuah manis.”

102. “Jangan sampai melupakan Allah. Karena jika suatu saat kamu mengalami kesulitan, Ia pasti akan membantu dan mempermudah jalanmu.”

103. “Nak, selalu ada hal yang indah pada hari ini. Jika kamu mau melihat dari sudut pandang keindahan itu sendiri, maka dari itu belajarlah untuk berpikir positif.”

(brl/lea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *