1.400 Warga Palestina di Penjara Israel Akan Lakukan Aksi Mogok Makan

  • Whatsapp
1.400 Warga Palestina di Penjara Israel Akan Lakukan Aksi Mogok Makan
Pasukan keamanan Israel berdiri di samping militan Palestina Zakaria Zubeidi dan Mahmoud al-Arda setelah mereka ditangkap di desa Israel Umm Al Ghanam, Israel. Foto: Israeli Police via Reuters

Sekitar hampir 1.400 warga Palestina yang ditahan di berbagai penjara di Israel tengah merencanakan aksi mogok makan sebagai bentuk protes kondisi mereka di dalam tahanan.

Situasi di dalam penjara juga dikabarkan kian memanas, terlebih setelah 6 orang Palestina melarikan diri pada Senin (6/9). Keenam orang tersebut diketahui berhasil kabur dari penjara yang dikenal dengan keamanan tinggi yakni penjara Gilboa di Israel Utara melalui sebuah terowongan yang digali di bawah wastafel.

Bacaan Lainnya

"Situasinya sangat buruk di penjara, itu sebabnya mereka melakukan mogok makan," kata Qadri Abu Bakr, kepala komisi Otoritas Palestina untuk tahanan, dikutip dari AFP, Selasa (14/9).

Menurut Abu Bakr, sekitar 1.380 tahanan akan memulai aksinya pada Jumat ini. Sementara sisanya akan melangsungkan mogok makan pada minggu depan.

Ratusan tahanan kini telah dipindahkan ke penjara lain termasuk juga barang-barang pribadi mereka yang disita saat digeledah penjaga penjara.

Kini, empat dari enam orang yang melarikan diri tersebut sudah berhasil ditangkap. Mereka adalah Yaqub Qadri, Mohammad Ardah, Zakaria Zubeidi, dan Mohammad al-Arda.

Pihak berwenang Israel mengatakan, keenam tahanan yang kabur itu adalah anggota kelompok bersenjata Palestina yang ditahan karena merencanakan atau melakukan serangan terhadap warga Israel.

Palang Merah menyebutkan Israel telah mengizinkan kunjungan kepada para tahanan. Namun, Abu Bakr menyampaikan bahwa keempatnya kini tidak diizinkan untuk dikunjungi oleh Palang Merah.

Melalui sejumlah unggahan yang beredar di media sosial, salah seorang tahanan yang telah ditangkap, Zubeidi, dikabarkan tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Akan tetapi otoritas penjara mengatakan hingga Senin ini ia masih berada di tahanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *